Petani Pegunungan Kendeng beristirahat di sela-sela aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (15/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Puspa Perwitasari) Petani Pegunungan Kendeng beristirahat di sela-sela aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (15/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Puspa Perwitasari)
Sabtu, 7 Oktober 2017 03:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Puspa Perwitasari Feature Share :

FOTO PABRIK SEMEN KENDENG
Warga Pegunungan Kendeng Demo Lagi

Pabrik Semen di Kendeng masih ditolak.

 Warga Pegunungan Kendeng bertahan di depan Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (15/9/2017), demi demo menolak pabrik semen. (JIBI/Solopos/Antara/Puspa Perwitasari)


Warga Pegunungan Kendeng bertahan di depan Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (15/9/2017), demi demo menolak pabrik semen. (JIBI/Solopos/Antara/Puspa Perwitasari)

Warga yang mengaku sebagai petani Pegunungan Kendeng, eks Keresidenan Pati, Jawa Tengah, Jumat (15/9/2017), kembali berdemonstrasi di depan Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Petani Kendeng yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) itu meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun tangan menghentikan kegiatan pembangunan pabrik semen di area tempat tinggal mereka.

Warga Pegunungan Kendeng kembali berdemonstrasi memolak pabrik semen di depan Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (15/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Puspa Perwitasari)

Warga Pegunungan Kendeng kembali berdemonstrasi memolak pabrik semen di depan Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (15/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Puspa Perwitasari)

Aksi unjuk rasa itu merupakan pengulangan demonstrasi yang mereka gelar di tempat sama Maret 2017 lalu. Dalam aksi itu, Patmi, 48, salah seorang peserta aksi semen kaki dalam unjuk rasa itu, meninggal karena serangan jantung. Kala itu para petani Pegunungan Kendeng, eks Keresidenan Pati, Jawa Tengah, akan tetap melanjutkan aksi menolak pabrik semen yang telah menelan korban jiwa tersebut. Semangat cinta lingkungan hidup itu bergema ke manca negara, sampai-sampai aksi semen kaki juga digelar di luar Indonesia.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

PEREKONOMIAN JATENG
Jateng Dituding Kurang Manfaatkan Peluang Relokasi Industri

Perekonomian Jateng mestinya bakal melonjak jika cerdik memanfaatkan peluang relokasi industri. Solopos.com, SEMARANG — Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai Jawa Tengah kurang memanfaatkan peluang terjadinya relokasi industri dari kota-kota besar belakangan ini. “Memang sudah ada [Industri…