Harga beragam jenis cabai mulai berangsur normal dan harga sayuran juga semakin murah di Pasar Beringharjo, Jumat (4/8/2017). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja) Harga beragam jenis cabai mulai berangsur normal dan harga sayuran juga semakin murah di Pasar Beringharjo, Jumat (4/8/2017). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Sabtu, 7 Oktober 2017 13:20 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Mulai Musim Hujan, Harga Cabai Naik, Bawang Anjlok

Harga sejumlah komoditas bahan pokok mulai merangkak naik memasuki musim penghujan

Solopos.com, JOGJA-Harga sejumlah komoditas bahan pokok mulai merangkak naik memasuki musim penghujan. Harga komoditas cabai dan beberapa sembako melonjak sejak beberapa hari ini.

Yanti, salah satu pedagang sayur di Pasar Beringharjo mengatakan harga cabai melonjak. Komoditas cabai rawit merah yang semula anjlok dengan harga Rp7.000 per kilogram menjadi Rp12.000.

“Cabai merah keriting sebelumnya cuma Rp17.000 sekarang jadi Rp28.000 per kilogram,” ungkap Yanti kepada Solopos.com, Jumat (6/10/2017).

Sedangkan untuk komoditas sayur mayur relatif stabil. Namun, harga beberapa komoditas juga mengalami penurun.

Kendato stok melimpah, harga bawang merah perlahan mulai anjlok. Harga komoditas ini sebelumnya dipatok Rp25.000, sekarang turun menjadi Rp17.000 per kilogram.

“Bawang putih juga turunnya lumayan. Dari Rp30.000 menjadi Rp22.000,” imbuh Yanti.

Sementara pada komoditas bahan pokok, beberapa komoditas juga mengalami kenaikan harga. Wanti mengatakan beberapa komoditas tersebut di antaranya beras, telur ayam negeri, dan gula pasir.

Wanti mengatakan harga telur ayam mengalami kenaikan dari Rp18.000 menjadi Rp18.500. Sedangkan untuk beras jenis C4, jika biasanya dijual Rp50.000 per lima kilogram, kali ini dijual seharga Rp55.000 per kilogram.

“Gula pasir juga naik. Satu bagor isi 50 kilogram naiknua sekitar Rp10.000 sampai Rp20.000. Harga per kilogram sekarang Rp12.500,” jelas dia.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mencari Alamat Bahasa Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (06/01/2018). Esai ini karya Na’imatur Rofiqoh, ”pemukul” huruf dan juru gambar yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah naimaturr@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Bahasa Indonesia tidak lagi beralamat di Indonesia. Indonesia malah jadi tempat…