Foto Luna Maya bersama orang utan di sampul majalah Brides (Instagram @bosfoundation) Foto Luna Maya bersama orang utan di sampul majalah Brides (Instagram @bosfoundation)
Sabtu, 7 Oktober 2017 17:30 WIB JIBI/Solopos.com/Okezone Issue Share :

Luna Maya Jawab Kontroversi Foto Bareng Orang Utan

Luna Maya mengaku sedih dengan kontroversi posenya dengan orang utan.

Solopos.com, JAKARTA – Luna Maya memastikan bahwa tidak ada kekerasan sama sekali selama proses pemotretan dengan orangutan berlangsung. Baru-baru ini, Luna dikecam oleh sebuah organisasi pemerhati lingkungan karena berfoto dengan salah satu hewan paling dilindungi di Indonesia.

Luna bahkan mengaku bahwa dirinya adalah seorang penyayang binatang dan tak mungkin melakukan kekerasan. Proses pemotretan juga ternyata hanya berlangsung sebentar karena orangutan bernama Dara tersebut tidak boleh berlama-lama di lokasi pemotretan.

“[Kekerasan] sama sekali enggak ada. Kucing aku meninggal saja aku bisa nangis jejeritan. Bahkan aku bilang sebentar aja jangan dipaksa [orangutannya]. Lima sampai tujuh jepretan udah karena kami memang enggak boleh lama-lama. Itu ada pengawasan ketat dari Bali Zoo makanya aku pikir ini melalui proses yang benar,” papar Luna.

Luna tentunya merasa sedih karena foto tersebut berbuntut pada tudingan beberapa pihak bahwa dirinya tidak sayang binantang. Padahal Luna adalah salah satu selebriti Tanah Air yang cukup lantang dalam masalah binatang.

“Pada saat begini I’m very sad. Kayak, orang berpikir aku seperti itu padahal aku cukup vokal untuk hal-hal yang berhubungan dengan lingkungan dan binatang,” tandasnya.

lowongan pekerjaan
PT.Swadharma Sarana Informatika, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…