Youtuber asal Lamongan Kholis Kurniawan atau Gamelawan. (Peni Widarti/JIBI/Bisnis) Youtuber asal Lamongan Kholis Kurniawan atau Gamelawan. (Peni Widarti/JIBI/Bisnis)
Sabtu, 7 Oktober 2017 13:05 WIB Peni Widarti/JIBI/Bisnis Madiun Share :

Kenalkan Kholis Kurniawan, Youtuber Lamongan yang Gemar Gubah Lagu Versi Jawa

Kholis Kurniawan menjadi terkenal berkat Youtube.

Solopos.com, SURABAYA – Pria asal Kabupaten Lamongan, Kholis Kurniawan atau Awan, sukses menjadi Youtuber dan kini sudah mampu menggaet 129.000 subscriber dari hasil karya-karya videonya.

Bersama Gamelawan yang digagasnya, Awan fokus pada karya musik tradisional gamelan moder dalam penampilannya di Youtube.

“Awalnya bikin video di Youtube supaya jadi terkenal, tapi pertama gagal karena video saya tidak ada yang nonton, terus saya coba mencari cara ternyata memang mengangkat yang lokal itu lebih menarik, apalagi saya punya basic bermain gamelan,” jelasnya di sela-sela Youtube FanFest Showcase di Surabaya, Jumat (6/10/2017).

Awan, panggilan akrab Kholis Kurniawan, mengaku tidak menyangka kini menjadi terkenal seperti cita-cita yang diharapkannya. Selain menikmati hidup sebagai Youtuber, Awan juga mengajar di sekolah-sekolah SMA.

Dia membeberkan Gamelawan merupakan nama sebuah kelompok musik tradisional modern. Nama itu diambil dari musik gamelan dan Awan sehingga digabung menjadi Gamelawan.

Gemelawan sudah memiliki banyak video, seperti lagu Despacito versi Jawa, Flash Light versi Jawa dan masih banyak lagi dengan jumlah viewer setiap setiap videonya ada yang mencapai 1,3 juta penonton.

Berkat aksinya di Youtube, Gamelawan bisa mendapatkan pendapatan dari videonya sekitar US$1- US$5 per 1.000 viewers, bergantung pada pasokan iklan yang masuk mengisi halaman videonya.

“Penghasilan yang saya dapat bergantung pada jumlah viewers-nya, lalu pasokan iklannya. Kalau sepi iklan yang sedikit, biasanya ada masa panen iklan itu Mei-Juni,” ungkap Awan.

 

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…