Operator air Luweng Songo, Pracimantoro, Wakiman, memperbaiki kabel di luweng, Jumat (29/9/2017). (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos) Operator air Luweng Songo, Pracimantoro, Wakiman, memperbaiki kabel di luweng, Jumat (29/9/2017). (Ahmad Wakid/JIBI/Solopos)
Sabtu, 7 Oktober 2017 05:35 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

KEKERINGAN WONOGIRI
Pemkab Beri Rp1 Miliar untuk Perbaiki Jaringan Listrik Luweng Songo Pracimantoro

Kekeringan Wonogiri, perbaikan jaringan listrik Luweng Songo dianggarkan Rp1 miliar.

Solopos.com, WONOGIRI — Sumber mata air Luweng Songo di Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, memiliki potensi besar untuk mengatasi kekeringan tahunan di Wonogiri bagian selatan, khususnya di beberapa desa wilayah Pracimantoro.

Karenanya, Pemkab Wonogiri memberikan perhatian khusus untuk pengembangan Luweng Songo. Kepala Desa Sumberagung, Suyono, mengatakan tahun depan Pemkab menggelontorkan dana Rp1 miliar untuk perbaikan Luweng Songo.

Dana tersebut rencananya untuk pembenahan jaringan listrik. “Saat ini ada kendala jaringan listrik. Pompa sudah ada dua unit, saya kira sudah cukup. Tiang-tiang kabel di sini kecil-kecil dan perlu dibenahi,” ujarnya ketika dihubungi Solopos.com, Jumat (6/10/2017).

Menurutnya, jaringan listrik dan jaringan pipa luweng merupakan dua hal yang sangat vital. Jaringan perpipaan menurutnya sudah bagus sehingga tinggal memperbaiki jaringan listrik yang sudah ada.

Dia tidak ingin kendala jaringan listrik di Gua Paseban terjadi di Luweng Songo. Menurutnya, Gua Paseban sumber airnya terbatas, tidak sebesar Luweng Songo.

Beberapa waktu lalu, sumber mata air Gua Paseban tidak bisa mengaliri sejumlah dusun di Sumberagung karena kerusakan pada jaringan listrik. “Gua Paseban saat ini jaringan listriknya mengalami masalah sehingga pengairan air macet. Tiang-tiangnya roboh. Nanti kalau ada dana lagi giliran jaringan listrik di Gua Paseban yang akan kami perbaiki,” ucapnya.

Salah satu operator pengangkatan air Luweng Songo, Wakiman, mengatakan Gua Paseban digunakan untuk pengairan di beberapa dusun di bagian atas. Sedangkan Luweng Songo untuk sejumlah dusun di bagian bawah Desa Sumberagung.

Saat ini, Luweng Songo juga digunakan untuk mengairi desa lain, yakni Petirsari. Desa terdekat lainnya seperti Joho dan Gambirmanis juga bakal dibuatkan jaringan perpipaan dari Luweng Songo.

“Debit air di Luweng Songo sama besarnya baik saat musim kemarau maupun musim penghujan,” jelas Wakiman.

Potensi Luweng Songo untuk mengatasi kekeringan di wilayah Pracimantoro disadari betul oleh Buapti Wonogiri, Joko Sutopo. Bahkan, orang nomor satu di Wonogiri itu sempat menyusuri Luweng Songo, bulan lalu.

Dalam berbagai kesempatan, dia menyampaikan persoalan kekeringan tidak cukup hanya dengan bantuan air bersih. Dia mencanangkan pembangunan embung dan penarikan air dari sumber mata air yang ada, salah satunya Luweng Songo.

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Haul dan Risalah Maulid Simtuddurar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (09/01/2018). Esai ini karya Muhammad Dalhar, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret dan anggota Jemaah Ahbabul Musthofa. Alamat e-mail penulis adalah mbahdalhar7@gmail.com Solopos.com, SOLO–Haul Habib Ali kembali digelar….