Setyaningsih (Istimewa) Setyaningsih (Istimewa)
Sabtu, 7 Oktober 2017 06:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Novel dan Riset

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/9/2017). Esai ini karya Setyaningsih, penghayat pustaka anak dan pemenang harapan sayembara penulisan kritik sastra 2017 yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta. Alamat e-mail penulis adalah langit_abjad@yahoo.com.

Solopos.com, SOLO–Politikus muda Partai Golongan Karya Indra Jaya Piliang sepertinya sengaja ingin masuk penjara. Harian Solopos edisi 15 September 2017 mengabarkan Indra ditangkap aparat Direktorat Narkotika Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya karena mengonsumsi sabu-sabu. Menurut Indra, sabu-sabu itu untuk kepentingan riset penulisan novel setahun terakhir.

Cerita di novel pertama karya Indra tentang pemakai narkoba mendapat komentar ”kurang gereget”. Indra ingin menguatkan tokoh dengan mencoba sendiri ”gereget” nyabu. Seandainya Indra memilih tokoh orang yang sekarat bunuh diri atau justru tokoh yang sudah mati, Indra mungkin akan riset langsung juga. Lumayanlah, ini Indra cukup nyabu saja!

Kita sering mendapati cerita seputar penggarapan novel oleh para pengarang sebagai sesuatu yang bombastis. Ada penulis-penulis yang harus mengasingkan diri di hotel atau rumah penyepian demi hasil gemilang novel pamungkas.

Tentu banyak penulis yang mengamati suatu hal bertahun-tahun, seolah-olah waktu menjadi penentu keberhasilan penulisan novel di jagat perbukuan. Penulis yang justru sesumbar atau pamer riset dengan amat gamblang sekalipun tidak selalu memiliki jaminan novel hasil karyanya bakal ampuh menaklukkan pasar dan menarik pembaca.

Sebelum tema narkoba digarap oleh Indra Jaya Piliang, Indonesia mendapat hadiah novel garapan Zaky Yamani berjudul Bandar (2014). Zaky mengisahkan pergolakan keluarga pewaris bisnis narkoba di Gang Somad, Kota Bandung, Jawa Barat.

Latar Zaky sebagai jurnalis dan peraih penghargaan Anugerah Adiwarta 2009 kategori liputan investigasi sosial dan Anugerah Adiwarta 2012 kategori liputan bidang seni budaya tentu bukti nyata kesanggupan Zaky menghadirkan latar keluarga, sosial, politik, dan ekonomi yang penuh gereget di novel.

Tanpa harus sesumbar melakukan riset mendalam dan berkepanjangan, kiprah di dunia jurnalisme investigasi berbaur dengan bahasa tulis nan imajinatif berhasil memukau pembaca. Pembaca dibawa melenggang memasuki kenyataan di novel.

Tentu saja Zaky tidak harus menjadi pengonsumsi, pengecer, pengedar, atau minta dilahirkan ulang di keluarga bandar narkoba demi kelahiran Bandar yang penuh gereget. Kita juga bisa mengingat kumpulan cerita pendek ihwal narkotika yang dihimpun dalam Rumah Tanpa Cinta (1987). Di buku inilah pembaca bertemu penulis tenar seperti La Rose, Titis Said, V. Lestari, Lastri Fardani Sukarton, dan lain-lain.

Selanjutnya adalah: Semoga kisah-kisah fiksi kami ada manfaatnya….

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

BERITA TERPOPULER
Crane Ambruk Hingga Cerita Foto Jokowi Lap Sepatu Pakai Tisu

Berita terpopuler Solopos.com hari ini adalah berita tentang Crane pembangunan hotel roboh menimpa rumah Ketua RT. Solopos.com, SOLO – Kecelakaan kerja terjadi dalam proses pembangunan Hotel Swiss Bell di Kampung Cinderejo Lor, RT002/RW006, Gilingan, Banjarsari, Solo. Crane milik PT Surya…