Banjir melanda kawasan Kaligawe, Gayamsari, Kota Semarang, Jateng, Senin (19/12/2016) pagi. (Facebook.com-?Fendi Ruprecht Kroenen?) Banjir melanda kawasan Kaligawe, Gayamsari, Kota Semarang, Jateng, Senin (19/12/2016) pagi. (Facebook.com-?Fendi Ruprecht Kroenen?)
Sabtu, 7 Oktober 2017 20:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

BANJIR SEMARANG
DPU Semarang Evaluasi Banjir di Kaligawe

Banjir di kawasan Kaligawe, Kota Semarang, Jateng dievaluasi Dinas Pekerjaan Umum setempat.

Solopos.com, SEMARANG — Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mengevaluasi banjir yang masih kerap terjadi di kawasan Kaligawe menyusul tingginya curah hujan beberapa hari belakangan. “Kami telah evaluasi banjir di kawasan Kaligawe beberapa waktu lalu karena sumbatan dari sampah yang sangat banyak,” kata Kepala Dinas PU Kota Semarang Iswar Aminuddin di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/10/2017).

Ia menyebutkan setidaknya empat truk dikerahkan untuk mengambil tumpukan sampah di saluran air di kawasan Kaligawe, Kota Semarang, Jateng yang menyumbat aliran air dan dianggap sebagai biang terjadinya banjir. Menurut dia, sebenarnya program penanggulangan rob atau lipasan air laut ke daratan telah dinilai berhasil, tetapi ketika hujan deras ternyata menyebabkan genangan banjir yang tinggi di kawasan Kaligawe yang menjadi akses jalur pantura.

“Ternyata, salah satu kendalanya adalah banyaknya sampah yang menyumbat saluran air. Kami kerahkan sedikitnya empat truk untuk mengambil tumpukan sampah di saluran-saluran air,” katanya.

Selain itu, kata dia, pompa-pompa air yang sudah disiagakan di Sungai Sringin di sepanjang jalur Kaligawe belum maksimal menyedot air sehingga membuat genangan banjir tetap tinggi. “Saat ini, kami telah terjunkan semua pompa berkapasitas besar sebanyak tujuh unit, dan pompa-pompa portabel berukuran kecil untuk menyedot air di sepanjang jalur Kaligawe,” katanya.

Untuk titik-titik banjir yang tidak bisa tertangani secara langsung akan diprogramkan pada 2018, lanjut dia, seperti pembangunan saluran air baru di kawasan Simpang Lima Semarang. “Kami tidak mungkin untuk memperbaiki drainase yang lama karena telah tertutup shelter pedagang kaki lima [PKL] di kawasan Simpang Lima. Jadi, kami buatkan drainase yang baru,” katanya.

Ia menjelaskan secara teknis saluran baru akan diarahkan dari pertokoan di Simpang Lima menuju saluran air di depan Rumah Sakit (RS) Telogorejo yang ada di Jl. Ahmad Dahlan, Kota Semarang, Jateng. “Begini, kami sudah lakukan penghitungan. Ketika kawasan Simpang Lima banjir, ternyata saluran air yang ada di Jalan Ahmad Dahlan dan Kampung Kali Semarang belum penuh,” katanya.

Di sisi lain, Iswar juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, yakni dengan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di sungai atau saluran air. “Banyak keluhan terkait banyaknya sampah yang menyumbat saluran air dan sungai. Ini kan kaitannya dengan kesadaran masyarakat, sebab ketika hujan deras bisa menyebabkan banjir,” pungkasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

BERITA TERPOPULER
Crane Ambruk Hingga Cerita Foto Jokowi Lap Sepatu Pakai Tisu

Berita terpopuler Solopos.com hari ini adalah berita tentang Crane pembangunan hotel roboh menimpa rumah Ketua RT. Solopos.com, SOLO – Kecelakaan kerja terjadi dalam proses pembangunan Hotel Swiss Bell di Kampung Cinderejo Lor, RT002/RW006, Gilingan, Banjarsari, Solo. Crane milik PT Surya…