-Kapolres Kulonprogo AKBP Nanang Djunaedi [dua dari kiri] menunjukkan barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba berupa 17.689 butir obat berbahaya dan psikotropika berbagai jenis di depan markas Polres Kulonprogo, Sabtu (13/8/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) -Kapolres Kulonprogo AKBP Nanang Djunaedi [dua dari kiri] menunjukkan barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba berupa 17.689 butir obat berbahaya dan psikotropika berbagai jenis di depan markas Polres Kulonprogo, Sabtu (13/8/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 6 Oktober 2017 03:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Waspada, Golongan Obat Keras Sering Disalahgunakan

Pasalnya, kesehatan merupakan modal penting dalam keberlangsungan hidup dan produktivitas manusia

Solopos.com, JOGJA-Sebagian obat yang sering disalahkangunakan biasanya merupakan golongan obat keras.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengungkapkan, golongan obat keras yang sering disalahgunakan seperti karisoprodol, tramadol, haloperidol, dan triheksifenidil.

“Pengunaan di atas dosis terapi akan meyebabkan ketergantungan dan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku seperti layaknya penyalahgunaan narkoba,” ucap dia di Kompleks Kepatihan, Jogja, Rabu (4/10/2017).

Baca juga : BBPOM DIY Lindungi Masyarakat dari Penyalahgunaan Obat

Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY Sulistyo mengatakan, upaya pemberantasan obat
ilegal dan penyalahgunaan obat merupakan upaya penting dalam usaha untuk meningkatkan kadar kesehatan masyarakat. Pasalnya, kesehatan merupakan modal penting dalam keberlangsungan hidup dan produktivitas manusia.

“Kesehatan punya pengaruh yang sangat penting dalam semua sektor. Sehingga penting dilaksanakan upaya agar masyarakat terhindar dari penyalahgunaan obat yang beresiko,” ujar dia.

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…