Ustaz Arifin Ilham bersama tiga istrinya (Instagram @yuni_syahla_aceh) Ustaz Arifin Ilham bersama tiga istrinya (Instagram @yuni_syahla_aceh)
Jumat, 6 Oktober 2017 20:10 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Ustaz Arifin Ilham Kenalkan Istri Ketiga

Ustaz Arifin Ilham mengenalkan istri ketiganya kepada netizen lewat Instagram.

Solopos.com, SOLO – Nama Arifin Ilham tentu sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Pria kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 8 Juni 1969, itu dikenal sebagai dai yang mampu membangun rumah tangga harmonis dengan dua istri.

Meski terbilang tabu, pernikahan poligami yang dilakukan Ustaz Arifin Ilham jarang diterpa kabar miring. Selama ini, dia hidup rukun bersama kedua istrinya, Wahyuniati Al Waly dan Rania Bawazier. Mereka bahkan tak segan memamerkan potret kebahagiaan di media sosial.

Baru-baru ini, Ustaz Arifin Ilham kembali mencuri perhatian seusai mengunggah video saat berceramah di depan tiga wanita yang disebut bidadari. Selama ini, dia memang memanggil istrinya dengan sebutan bidadari. Dia memperkenalkan istri ketiganya lewat video yang diunggah di akun Instagram-nya, @kh_m_arifin_ilham, Rabu (4/10/2017).

“Bersama tiga bidadari, Putri Aceh, Putri Yaman, dan Putri Sunda, janda 37 tahun dengan dua anak saat liqo tarbiyyah,” tulis Ustaz Arifin Ilham sebagai keterangan video.

Bukan hanya memamerkan keharmonisan rumah tangga dengan tiga istri, Ustaz Arifin Ilham juga memberikan petuah kepada netizen tentang 10 pilar keluarga sakinah. Menurutnya, keluarga sakinah dibangun atas dasar cinta kepada Allah.

Sosok wanita yang menjadi istri ketiga Ustaz Arifin Ilham kian ramai dibahas gara-gara foto yang tersebar di dunia maya. Foto yang diunggah di akun istri pertamanya, @yuni_syahla_aceh, memperlihatkan kebersamaan sang dai bersama ketiga bidadarinya saat berbuka puasa.

“Buka puasa sunah Senin dan Kamis bersama tiga bidadari. Seperjuangan dan murabbi zikir. Subhanallah. Maafkan jika tidak berkenan. Insyaallah niat kami untuk uswah sahabat salih salihah tercinta. Umi pertama (Umi Yuni) kerudung hitam. Umi kedua (Umi Nia) kerudung putih. Umi ketiga (Umi Akhtar) kerudung abu-abu,” tulis Yuni pada keterangan foto yang diunggah, Kamis (5/10/2017).

10 Pilar Keluarga Sakinah Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. 1. Memagari benteng rumah tangga dengan sungguh-sungguh berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Assunnah, 2. Tujuan utamanya ridho Allah dan kebahagiaan akhirat, 3. Saling cinta benar-benar karena Allah sehingga memandang kekurangan pasanganpun adalah keistimewaannya, semakin lama pernikahan semakin sayang, manja dan mesra, 4. Ide dan aktifitasnya bekerja untuk saling melayani, melindungi dan menyenangkan keluarganya, 5. Makan dari rizky yang halal, dan halal pintu sakinah, 6. Kekuatannya saling mendoakan di penghujung malam, 7. Minimal sepekan sekali “tarbiyyah ahliyah” pembinaan keluarga dengan duduk bersama mengaji dan mengkaji Al-Qur’an dan Assunnah, 8. Segera minta maaf tatkala melakukan kesalahan, 9. Mensyukuri ni’mat Allah dengan senang berbagi sedekah, 10. Tawakkal yang penuh bahwa hanya Allah segala-galanya. Muhammad Arifin Ilham Bersama 3 bidadari, putri Aceh, putri Yaman dan putri Sunda, janda 37 th dg 2 anak saat Liqo Tarbiyyah.

A post shared by Bang Muhammad Arifin Ilham (@kh_m_arifin_ilham) on

Sayangnya, potret keluarga Ustaz Arifin Ilham itu menuai kontroversi. Beberapa netizen mempertanyakan alasan sang dai menikahi istri ketiganya yang merupakan janda berusia 37 tahun itu. “Mau tanya, memang janda umur 37 tahun itu termasuk sudah tuakah? Padahal janda umur 30-an dengan seorang anak di luar sana masih banyak yang kuat menafkahi diri dan anaknya,” tanya @firoong.

“Pak ustaz, kenapa enggak menikahi janda miskin umur 40 tahun ke atas aja. Kenapa harus yang cantik. Jangan nafsu,” protes @tiawu.

“Cuma mau tanya, jangan marah ya pak ustaz. Kalau anak perempuannya semua di-gituin sama laki orang kira-kira ridho lahir batin enggak? Jujur ya jawabnya,” timpal @naomi_kimy. 

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…