Insta Stories dosen cerita terenyuh tentang dosen (Twitter) Insta Stories dosen cerita terenyuh tentang dosen (Twitter)
Jumat, 6 Oktober 2017 17:15 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Tempuh Puluhan Kilometer untuk Mengajar, Dosen Ini Dapati Kelas Kosong

Cerita terenyuh tentang seorang dosen yang kelasnya hanya didatangi tiga mahasiswa.

Solopos.com, SEMARANG – Dosen maupun guru sama-sama pekerjaan mulia yang menjadi jalan terlahirnya generasi bangsa yang bermutu. Namun, cerita tentang dua profesi tersebut tak selalu manis. Belum lama ini ramai diperbincangkan dosen yang menempuh jarak puluhan kilometer untuk mengajar namun mendapati ruang kelas kosong tanpa mahasiswa.

Cerita mengharukan itu diunggah pengguna akun Twitter @_fransiskancis, Kamis (5/10/2017). “Kok aku juga sedih ya baca berita ini. Jadi mahasiswa mbok  jangan gini-gini amat. Hargai dosenmu, maka kamu juga akan menghargai orang tuamu,” cuit @_fransiskancis.

Dalam cuitannya, akun @_fransiskancis mengunggah foto percakapan sang dosen dengan salah satu mahasiswa dan Instagram Stories yang menceritakan detail tentang sang dosen.

Percakapan sang dosen dengan salah satu mahasiswa (Twitter)

Percakapan sang dosen dengan salah satu mahasiswa (Twitter)

Dosen tersebut dikabarkan menempuh jarak puluhan kilometer dari Purwodari ke Semarang untuk mengajar mahasiswanya. Saat sampai di kelas sang dosen mendapati kelas kosong.

Sang dosen sempat mengirim pesan Whatsapp ke salah satu mahasiswa berupa foto kelas kosong dan meminta agar diinformasikan kalau sang dosen sudah siap mengajar.

“Tadi sudah ditanya semuanya, tapi tidak bisa hadir Pak, bagaimana Pak?” jawab seorang mahasiswa di pesan Whatsapp. Sang dosen hanya meminta diinformasikan kalau kelas tetap ada, sang dosen tidak percaya semua mahasiswa tidak bisa hadir. Sang dosen menyatakan dirinya akan tetap mengajar meski hanya ada satu mahasiswa.

Cerita terenyuh itu berlanjut di Instagram Stories akun yang disamarkan. Akun yang diduga milik salah satu mahasiswa itu mengaku dirinya yang terlambat 15 menit dari waktu masuk kelas, ia mendapati sang dosen seorang diri di kelas.

Saat si mahasiswa berniat meminta maaf karena terlambat, sang dosen bertanya, “Kok ga ada mahasiswa datang? Padahal ga ada pengumuman libur,” tanya sang dosen.

Setelah ada satu mahasiswa datang, sang dosen memulai kelasnya. Selama proses mengajar ada dua mahasiswa lain datang dan mengikuti kelas. Dari 67 mahasiswa yang terdaftar di kelas itu hanya ada tiga mahasiswa datang dan semuanya terlambat. Sang dosen akhirnya mengakhiri kelas setelah kurang lebih 20 menit menjelaskan materi.

“Hai mahasiswa, apa kalian sudah merasa tinggi? Sampai-sampai dosen tak lagi dihormati. Giliran dapat nilai D protes, ngakunya bisa wkwkwk,” tulis sang mahasiswa di Instagram Stories.

Cerita terenyuh tentang dosen yang seolah-olah tak diacuhkan mahasiswanya ini mengundang komentar dari netizen. “Pengen nangis pas bacanya. Banyak yang pengen kuliah tapi ga mampu bayar. Mereka yang dikuliahin ortunya begitu seenaknya,” cuit @gitahariski.

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…