Pekerja menjemur tembakau rajangan di sentra penghasil tembakau di Desa Wonorejo, Guntur, Demak, Jateng, Senin (2/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Pekerja menjemur tembakau rajangan di sentra penghasil tembakau di Desa Wonorejo, Guntur, Demak, Jateng, Senin (2/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Jumat, 6 Oktober 2017 17:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/ Aji Styawan Feature Share :

Foto Tembakau Rajangan Dikeringkan di Demak

Tembakau rajangan dikeringkan di Demak untuk ekspor.

Tembakau rajangan dijemur di sentra penghasil tembakau di Desa Wonorejo, Guntur, Demak, Jateng, Senin (2/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Tembakau rajangan dijemur di sentra penghasil tembakau di Desa Wonorejo, Guntur, Demak, Jateng, Senin (2/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Tembakau rajangan dijemur di sentra penghasil tembakau di Desa Wonorejo, Guntur, Demak, Jawa Tengah, Senin (2/10/2017). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor tembakau Indonesia pada periode Januari 2017 hingga Juli 2017 mencapai US$318,49 juta atau meningkat senilai US$44,19 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai US$274,30 juta.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…