Halaman Depan Harian Umum Solopos edisi Kamis, 6 Oktober 2017 Halaman Depan Harian Umum Solopos edisi Kamis, 6 Oktober 2017
Jumat, 6 Oktober 2017 10:10 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

SOLOPOS HARI INI
Jokowi & Gatot Satu Kata

Solopos hari ini memberitakan pernyataan Presiden Jokowi dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo soal TNI dan politik praktis.

Solopos.com, SOLO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sepakat orientasi politik TNI adalah politik negara, bukan politik praktis.

Kabar ini menjadi berita utama Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (6/10/2017). Kabar lain, Solopos mengulas puncak peringatan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017).

Simak cuplikan berita utama Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat, 6 Oktober 2017;

TNI TAK BERPOLITIK: Jokowi & Gatot Satu Kata

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sepakat orientasi politik TNI adalah politik negara, bukan politik praktis.

Hal itu sejalan dengan amanat UU No. 34/2004 tentang TNI yang menyatakan TNI berperan sebagai alat negara di bidang pertahanan yang menjalankan tugas berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

”TNI adalah milik nasional yang berada di atas semua golongan, yang tak terkotak-kotak dengan kepentingan politik yang sempit dan tak masuk ke kancah politik praktis. Yang selalu menjamin netralitas politik di NKRI ini,” ujar Presiden Jokowi saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat Merak, Cilegon, Banten, Kamis (5/10).

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

HUT KE-72 TNI: Macet Sebelum Fajar Merekah

Puncak peringatan HUT ke-72 TNI di Dermaga Indah Kiat Cilegon, Banten, Kamis (5/10), berlangsung meriah. Simak ulasannya di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (6/10).

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

LIGA 2 INDONESIA: Lebih Cepat Lebih Baik

Persis Solo tak boleh menyia-nyiakan peluang emas lolos lebih awal ke babak delapan besar Liga 2 Indonesia saat berhadapan dengan PSPS Riau di Stadion Manahan Solo, Jumat (6/10) sore.

Hanya kemenangan yang bisa menggaransi Persis Solo lolos babak 16 besar dan sekaligus meraih tiket babak delapan besar. Meski masih punya laga terakhir (melawan PSS Sleman), laga melawan PSPS Riau tak ubahnya duel hidup mati bagi Persis Solo. Persis Solo harus memegang prinsip lebih cepat lolos lebih baik.

Apabila memenangi duel di Manahan nanti, Persis Solo akan mengoleksi nilai 10. Itu adalah batas aman tim di Grup A untuk lolos ke babak delapan besar. Dengan 10 poin, Persis Solo sudah tak bisa terkejar tim lain di Grup A.

Simak selengkapnya: http://epaper.solopos.com/

KASUS E-KTP: Jejak Marliem di Tangan Novanto

Di pengujung jumpa pers di Trump Tower, Fifth Avenue, New York, Amerika Serikat (AS), Kamis 3 September 2015, Donald Trump, yang kala itu menjadi calon presiden (capres) AS memperkenalkan Ketua DPR Setya Novanto kepada publik.

”Ketua DPR Indonesia datang untuk bertemu dengan saya. Setya Novanto, salah satu orang paling kuat di Indonesia. Pria hebat,” kata Trump yang kini menjadi Presiden AS.

Novanto yang berdiri di dekat Trump tersenyum. Dia tidak sendirian karena ditemani Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin, Wakil Ketua Komisi VII Satya Yudha, dan utusan Presiden Eddy Pratomo.

Pertemuan di sela-sela kampanye Trump kala itu berujung dengan teguran dari Mahkamah Kehormatan DPR (MKD) kepada Novanto dan Fadli. Dua tahun setelah pertemuan itu berlalu, foto bersalaman antara Trump dengan Novanto kembali menjadi sorotan. Penyebabnya adalah menyembulnya jam tangan merek Richard Mille di pergelangan tangan kanan Novanto.

Simak lanjutan kisahnya di Harian Umum Solopos edisi hari ini.

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Menjadikan DIY Penghasil Ikan Tuna

Laut di selatan DIY dinilai memiliki potensi besar untuk jenis ikan tuna Solopos.com, JOGJA–Laut di selatan DIY dinilai memiliki potensi besar untuk jenis ikan tuna. Potensi yang besar tersebut perlu disikapi dengaan membangun infrastruktur yang memadai sehingga nantinya DIY bisa…