Ilustrasi pembangunan perumahan (Paulus Tandi Bone/JIBI/Bisnis) Ilustrasi pembangunan perumahan (Paulus Tandi Bone/JIBI/Bisnis)
Jumat, 6 Oktober 2017 17:20 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Rumah Bersubsidi di Bantul Penuh Masalah, Fasilitas Rusak hingga Sertifikat Ditahan

Proyek rumah bersubsidi bagian dari program satu juta rumah mengalami beberapa permasalahan

Solopos.com, BANTUL- Proyek rumah bersubsidi bagian dari program satu juta rumah mengalami beberapa permasalahan salah satunya di griya Kembang Putih, di Guwosari, Pajangan.

Baca juga : Konsumen Rumah Bersubsidi di Sleman Siap-Siap Kecewa

Warga merasa kecewa karena beberapa fasilitas umum dan fasilitas sosial belum terealisasikan hingga sekarang sejak empat tahun yang lalu, termasuk sertifikat tanah yang belum diberikan.

Ketua Paguyuban perumahan Kembang Putih, Noviar Ali Ananto ketika ditemui di rumahnya, Kamis (5/10/2017) merasa kecewa dengan pihak pengembang dari Rumah Cerdas.

“Kami beberapa waktu yang lalu juga mencoba menghubungi pihak pengembang untuk audiensi masalah ini, namun tidak ada respon,” ungkapnya.

Noviar mengungkapkan beberapa permasalahan di antaranya sertifikat yang belum ada, jalan rusak, fasilitas seperti mushola dan balai pertemuan juga belum ada.

“Terkait maslah sertifikat sama sekali belum jelas, terlebih yang bayar tunai, yang untuk kredit diupayakan oleh pihak bank BTN Bantul akhir tahun ini, tapi tidak tahu juga saya jadi atau tidaknya,” ungkapnya.

Dia juga menyayangkan beberapa warga yang kurang kompak dikarenakan para warga takut jika menuntut, rumah bersubsidi tersebut akan ditarik.

Kualitas bangunan pun dirasa kurang baik dikarenakan jika hujan datang dinding akan lembab, dan pembuangan air selokan pun bisa dibilang tidak berfungsi maksimal. Akhir-akhir ini pun permasalahan bukan berkurang namun malah bertambah. Satu jalan yang dulu bisa digunakan kini juga telah ditutup tanpa ada kejelasan.

Beberapa rumah di griya Kembang Putih juga terlihat kosong dan berantakan. Menurut Paguyuban griya Kembang Putih tersebut dari sekitar 130 rumah hanya sekitar 90 yang ditempati, namun dirinya juga tidak mengetahui alasan pemilik rumah tersebut lebih memilih dikontrakkan atau dibiarkan kosong untuk investasi. Sedangkan Danang dari pihak pengembang belum bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait permasalahan griya Kembang Putih ini.

Pembangunan Rumah bersubsidi sendiri merupakan program nasional Kementrian PUPR, yang memiliki target 700.000 rumah bersubsidi dan baru tercapai sekitar 34.860 unit rumah.

Dana subsidi yang sudah disiapkan oleh pemerintah untuk pembiayaan kepemilikan rumah mencapai Rp 15,6 triliun lebih tinggi dari tahun lalu sebesar Rp 12,5 triliun.

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…