Ilustrasi pergerakan pesilat Magetan pada perayaan Suroan. (polresmagetan.com) Ilustrasi pergerakan pesilat Magetan pada perayaan Suroan. (polresmagetan.com)
Jumat, 6 Oktober 2017 22:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Peserta Suran Agung Madiun Dilarang Bawa Atribut Bonek

Aparat kepolisian Madiun melarang peserta Suran Agung menggunakan atribut bonek.

Solopos.com, MADIUN — Persaudaraan Setia Hati (SH) Winongo akan menggelar agenda tahunan Suran Agung pada Minggu (8/10/2017) yang berpusat di Madiun. Dalam acara akbar itu, aparat kepolisian melarang peserta menggunakan atribut bonek (suporter klub sepak bola Persebaya Surabaya).

Pelarangan ini menyusul adanya bentrokan antara pesilat SH Terate dan anggota bonek di Surabaya akhir pekan lalu yang menewaskan dua anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Langkah ini juga dipandang penting untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan saat kegiatan digelar.

“Ya jangan menggunakan atribut bonek lah. Kalau ada yang memakai atribut bonek, nekat itu namanya,” kata Kapolres Madiun Kota, AKBP Sonny Mahar Budi Adityawan, kepada wartawan di Kota Madiun, Rabu (4/10/2017) malam. (Baca: Bonek dan PSHT Madiun akan Gelar Tahlilan dan Doa Bersama)

Menurut dia, pemakaian atribut bonek tentu akan membahayakan dengan situasi yang berkembang setelah peristiwa bentrokan beberapa waktu lalu. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dia meminta seluruh peserta Suran Agung tidak mengenakan atribut suporter Persebaya itu.

Sonny menuturkan pesilat yang akan mengikuti Suran Agung juga dilarang menggunakan kendaraan roda dua. Pesilat yang hendak mengikuti ziarah ke makam leluhur itu wajib berangkat bersama dengan yang lain menggunakan kendaraan roda empat.

Hal ini sudah menjadi kesepakatan bersama antara SH Winongo, SH Terate, dan kepolisian. Bagi pesilat yang melanggar maklumat itu akan ditilang dan kendaraannya disita hingga acara selesai.

Pada kegiatan Suroan yang digelar PSHT, beberapa pekan lalu, polisi menyita 150 sepeda motor yang digunakan pesilat SH Terate. Saat ini seluruh sepeda motor itu disita di Mapolres Madiun Kota dan akan dikembalikan setelah kegiatan Suran Agung selesai

“Dalam maklumat juga dijelaskan peserta Suran Agung dilarang membawa, menyediakan, dan mengonsumsi minuman keras,” kata dia.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…