Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyerahkan kartu tani kepada perwakilan petani di 17 kecamatan di Karanganyar pada Kamis (5/10/2017). (Istimewa/Dokumentasi Kominfo Karanganyar) Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyerahkan kartu tani kepada perwakilan petani di 17 kecamatan di Karanganyar pada Kamis (5/10/2017). (Istimewa/Dokumentasi Kominfo Karanganyar)
Jumat, 6 Oktober 2017 10:00 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PERTANIAN KARANGANYAR
Kartu Tani Dibagikan Sesuai Nama Agar Petani Tak Neka-Neka

Ribuan kartu tani dibagikan untuk petani di Karanganyar dan Mojolaban Sukoharjo.

Solopos.com, KARANGANYAR — Sebanyak 101.144 kartu tani dibagikan kepada petani di Karanganyar dan Mojolaban, Sukoharjo. Pemerintah berharap kartu tani memudahkan penyaluran subsidi pupuk dan untuk memantau pemanfaatan barang subsidi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar, Supramnaryo, menyampaikan kartu tani menggunakan sistem online. Kartu tani diberikan kepada petani penggarap maupun pemilik lahan yang tergabung dalam kelompok tani. Pendataan petani penerima kartu tani disesuaikan dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

“Tugas kami menyiapkan data petani, luas lahan, dan kebutuhan. Selebihnya menjadi urusan perbankan yang bekerja sama dalam hal ini BRI. Kalau jumlah kartu tani 101.144. Tetapi itu tidak semua Karanganyar, ada sebagian Mojolaban Sukoharjo. Karena berkaitan pelayanan kantor cabang perbankan,” kata Supramnaryo saat dihubungi, Kamis (5/10/2017).

Supramnaryo menuturkan fungsi kartu tani untuk menggulangi agar tidak terjadi penyelewengan pupuk maupun penyaluran yang tidak tepat sasaran.

“Jadi langsung ke masing-masing nama. Petani beli pupuk pakai kartu tani. Beli di toko pertanian. Ada alat untuk gesek kartu [EDC]. Di dalam kartu itu ada sistem yang isinya luas lahan dan kebutuhan pupuk. Jadi petani enggak bisa neka-neka,” jelas dia.

Pemerintah pusat memberikan subsidi pembelian pupuk senilai lebih dari 50%. Subsidi disalurkan melalui kartu tani. Tetapi, petani tidak dapat mencairkan nilai subsidi dari pemerintah.

“Tidak bisa dicairkan. Nanti kami sosialisasikan penggunaan kartu. Ada yang sudah terima dan belum. Itu yang tahu perbankan. Ada 48.000 yang belum. Kami hanya database,” ungkap dia.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, pada Kamis, menyerahkan kartu tani kepada perwakilan petani di 17 kecamatan di Karanganyar. Dia berharap kartu tani dapat membantu pemerintah menyalurkan pupuk secara tepat sasaran.

“Ini cara mengawasi distribusi subsidi pupuk. Uang subsidi dari pemerintah masuk ke kartu dan tidak bisa diambil. Subsidi di atas 50%. Yang paling penting, jatah termonitor di kartu tani. Ini mengurangi petani yang mungkin suka memanipulasi lahan dan penggunaan pupuk,” tutur Yuli, sapaan akrab Juliyatmono.

Selain membagikan kartu tani, Bupati juga menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian. Bupati menyerahkan traktor roda dua merek Quick G1.000 dan Quick Impala, kultivator, rice transplanter, dan pompa air kepada sembilan unit pelayanan jasa alsintan (upja) di Karanganyar, Matesih, Tawangmangu, Jumapolo, Jenawi, dan Kerjo.

Selain itu, Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar juga menyerahkan ratusan unit alsintan kepada kelompok tani. Sejumlah alsintan itu adalah traktor roda empat sebanyak 11 unit, traktor roda dua sebanyak 78 unit, rice transplanter sebanyak 13 unit, pompa air beberapa ukuran sebanyak 33 unit, dan hand sprayer sebanyak 96 unit.

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

CANON PHOTOMARATHON
Pelajar Juga Bisa Asah Kemampuan Fotografi

“Adanya kategori pelajar ini sejalan dengan misi Canon dalam mengembangkan dunia fotografi termasuk memupuk bakat para fotografer muda” Harianjogja,com, JAKARTA-Fotografi merupakan salah satu cabang seni yang sangat berperan dalam mengasah kreativitas dan kepekaan visual kita. Pada akhir 2017, para pelajar…