Bank BDG Gunungkidul Bank BDG Gunungkidul. (IST/Dok Bank BDG Gunungkidul)
Jumat, 6 Oktober 2017 01:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PERBANKAN DIY
Wow, Aset BDG Jadi Sebesar Ini

Capaian tersebut membuat bank pelat merah ini mendapatkan predikat Sangat Bagus dari Infobank

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Gunungkidul (BDG) terus menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) unggulan milik Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Total aset yang dimiliki BDG menembus Rp286,6 miliar. Capaian tersebut membuat bank pelat merah ini mendapatkan predikat Sangat Bagus dari Infobank selama lima tahun berturut-turut mulai 2012-2016.

Direktur Utama BPR BDG Rini Widiyanti mengaku bangga dengan capaian yang diraih oleh bank yang ia pimpin. Keberhasilan mempertahankan predikat Sangat Sehat dalam kurun waktu lima tahun menjadi bukti bahwa keberadaan BDG menjadi salah satu BUMD unggulan yang dimiliki Pemkab Gunungkidul.

Dia mengakui, prestasi yang diraih saat ini dengan total aset mencapai Rp286,6 miliar tidak diraih dengan mudah. Pasalnya, saat awal-awal berdiri pada 2008 lalu, aset yang dimiliki hanya sebesar Rp5 miliar. Namun, berkat komitmen dari pemkab serta kepercayaan dari masyarakat, maka BDG terus tumbuh hingga sekarang.

“Berkat prestasi itu sudah banyak penghargaan yang kami terima. Salah satunya peringkat kedua BPR terbaik di Indonesia yang diraih pada tahun ini,” kata Rini, Kamis (5/10/2017).

Dijelaskannya, perkembangan BDG dalam laju positif. Selain total aset tumbuh 8,84% dibandingkan capaian di 2016 lalu sebesar Rp263,3 miliar, total dana pihak ketiga yang dihimpun sebesar Rp164,8 miliar. Rinciannya sebesar Rp105,8 miliar merupakan dana tabungan, sedang sisa Rp59 miliar dalam bentuk deposito. “Dana yang terkumpul ini merupakan akumulasi milik 43.000 nasabah,” ungkap dia.

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…