Pekerja mengerjakan plasa yang merupakan salah satu fasilitas di Kebun Raya Indrokilo di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Kamis (5/10/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos) Pekerja mengerjakan plasa yang merupakan salah satu fasilitas di Kebun Raya Indrokilo di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Kamis (5/10/2017). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos)
Jumat, 6 Oktober 2017 15:00 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Mengintip Fasilitas Kebun Raya Indrokilo, Pusat Konservasi Tanaman di Boyolali

Wisata Boyolali tengah dibangun yakni Kebun Raya Indrokilo di Kemiri, Mojosongo.

Solopos.com, BOYOLALI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menggelar pentas wayang kulit selama tujuh hari berturut-turut, Senin-Minggu (2-8/10/2017 di kompleks Kebun Raya Indrokilo, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Pagelaran serial wayang Bharatayudha tersebut menampilkan dalang lokal Boyolali yang akan membawakan cerita masing-masing pada setiap pementasan mereka.

Pada hari pertama dalang Ki Warjito Kliwir asal Ngemplak menampilkan lakon Kresno Dutho. Disusul hari kedua oleh Ki Jungkung Darmoyo asal Sawit yang membawakan lakon Bismo Gugur. Hari ketiga menampilkan Ki Suratno asal Ngemplak dengan lakon Ranjapan (Abimanyu Gugur). Hari keempat Ki Joko Sartono dari Musuk membawakan lakon Suluhan (Gatotkaca Gugur).

Kemudian Ki Raharjo (Purbo Carito) asal Sambi tampil dengan lakon Durno Gugur pada hari kelima. Pentas keenam menampilkan Ki Suryanto asal Karanggede dengan lakon Jambaan (Karno Tanding) dan hari terakhir akan menampilkan Ki Haji Joko Sunarno asal Karanggede dengan lakon Duryudono Gugur (Rebahan).

Pentas wayang ini digelar untuk nguri-uri budaya, sekaligus mengenalkan Kebun Raya Indrokilo yang saat ini tengah dibangun. Lalu, apa sebenarnya Kebun Raya Indrokilo ini dan apa saja yang ada di kebun ini nantinya hingga Pemkab menggelar acara besar tersebut?

Kepala UPTD Kebun Raya Indrokilo Giman Sucipto mengatakan kebun itu merupakan konservasi tanaman langka dan dilindungi. Tanaman dari berbagai jenis tersebut akan didatangkan antara lain dari hutan Tlawah Juwangi (Boyolali), hutan Tangen (Sragen), alas kethu (Wonogiri), Gunung Bromo (Katanganyar), Wonosemar (Simo, Boyolali) dan lainnya.

Dia menambahkan Kebun Raya Indrokilo ini di bawah pendampingan Kebun Raya Puwodadi, Pasuruan (Jawa Timur) dan LIPI/Kebun Raya Bogor. “Sedangkan pengelolaannya di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali,” ujarnya, Kamis (5/10/2017).

Kebun raya ini dibangun dengan APBD Boyolali untuk keperluan penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan, yakni memberdayakan ekonomi di wilayah sekitarnya.

Selain itu, pada kebun pada lahan seluas 8,9 hektare (ha) ini akan dibangun fasilitas lain yang unik. Antara lain taman paku- pakuan, taman labirin berbetuk gunungan wayang, dan plasa menghadap area taman.

Selain itu di lokasi itu juga dibangun tourist information center (TIC), wahana outbond, dan air terjun buatan yang sumber airnya berasal dari embung yang kini sudah selesai dibuat. “Nanti ada juga rumah kaca untuk tanaman anggrek dan rumah paranet untuk tempat pembibitan,” imbuhnya.

Pada pintu masuk utama ke kebun, Pemkab membuka akses jalan selebar 20 meter dari jalan Logerit (Mojosongo)-Sudimoro (Teras) tepatnya di desa Butuh (Mojosongo). Pembangunan Kebun Raya Indrokilo ini dilakukan secara bertahap dan diperkirakan akan selesai pada 2019.

Berdasarkan pantauan, puluhan pekerja mengerjakan semua proyek bangunan yang direncananakan. Labirin sudah terbentuk namun tanaman penyekatnya belum tumbuh subur. Sementara plasa berupa tempat duduk berterap juga masih berupa fondasi. Di tempat lain, pekerja masih membangun pagar yang akan mengelilingi kebun raya.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…