sampah liar Tumpukan sampah liar tampak di dusun Tangkilan, Sidokarto, Godean, Kamis (5/10/2017). Sampai saat ini banyak titik lokasi sampah liar lainnya yang muncul. (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak)
Jumat, 6 Oktober 2017 20:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Keterlaluan, Sampah Liar Terus Bermunculan Di Sleman

Di kawasan tersebut tumpukan sampah terlihat membumbung

Solopos.com, SLEMAN–Titik-titik baru sampah liar terus bermunculan. Tanpa dukungan semua pihak dan kesadaran masyarakat, daerah bebas sampah liar sulit terwujud.

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Restuti mengatakan, selain muncul titik lokasi sampah liar baru, beberapa titik lokasi sampah liar sudah di tangani. Jalan di Bantulan, Sidokarto, Godean misalnya, lanjut Tuti, pernah dilakukan kerja bakti melibatkan warga sekitar.

“Sudah bersih [sampah] diangkut armada UPT, tapi kembali lagi kondisinya [jadi tempat sampah liar],” katanya kepada Harian Jogja, Kamis (5/10/2017).

Kondisi serupa juga terlihat di Blunyah Sinduadi Mlati. Di kawasan tersebut tumpukan sampah terlihat membumbung. Meski sampah-sampah itu disingkirkan kemudian diberi plang tanda larangan, lokasi itu kembali menjadi tempat sampah liar.

Dibanding membangun TPS, kata Tuti, edukasi kepada masyarakat dinilai lebih baik. Kecuali, bila TPS tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas 3R. TPS diperlukan hanya untuk menampung residu sampah.

Kalau hanya membangun TPS, katanya, masyarakat tidak dididik untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. “Kalau memang tidak mau memilah ya harus mau membayar iuran ke jasa,” jelas dia.

Ada resiko yang bisa muncul jika masyarakat tidak mau memilah sampah yang diproduksi. Jika hanya membuang sampah ke TPS tanpa ada aktivitas 3R (Reduce, Reuse, Recycle), TPA akan cepat penuh.  “Kenapa ada Perda itu, tidak hanya melihat satu kepentingan saja tetapi melihat kepentingan secara komperehensif,” kata dia.

Dia menjelaskan, penanganan sampah liar membutuhkan dukungan semua pihak. Selain itu, perlu terus dilakukan sosialisasi dan penyadaran kepada masyarakat. “Sosialisasi perlu lebih diintensifkan lagi dengan melibatkan desa, kecamatan, dan pihak-pihak lain,” kata dia.

Salah seorang warga Tangkilan, Sidokarto, Godean, Suwandi mengatakan, meski sudah diberi papan peringatan masih saja orang membuang sampah di lokasi tersebut. “Kebanyakan yang buang bukan warga sekitar. Ya cukup mengganggu sekali sampah liar itu,” kata dia.

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…