Kapolsek Tanon AKP Agus Jumadi memeriksa dapur milik Suparmin yang terbakar di Desa Gading, Tanon, Sragen, Jumat (6/10/2017). (Istimewa/Polsek Tanon) Kapolsek Tanon AKP Agus Jumadi memeriksa dapur milik Suparmin yang terbakar di Desa Gading, Tanon, Sragen, Jumat (6/10/2017). (Istimewa/Polsek Tanon)
Jumat, 6 Oktober 2017 20:15 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

KEBAKARAN SRAGEN
Dua Kali Kebakaran dalam Sehari Hanguskan Gudang Jerami dan Rumah Warga

Kebakaran terjadi dua kali dalam sehari di Sragen menghanguskan gudang jerami dan rumah.

Solopos.com, SRAGEN — Dua peristiwa kebakaran terjadi di Sragen, Jumat (6/10/2017). Penyebabnya karena bara api yang ditinggalkan tanpa pengawasan.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu tetapi kerugian material diperkirakan mencapai Rp15 juta. Kebakaran pertama terjadi di Grobogan, RT 007/RW 008, Karangmalang, Sragen.

Api melalap gudang jerami milik Diro, 56, pada pukul 14.00 WIB. Sumber api belum diketahui. Kapolsek Karangmalang AKP Agus Irianto mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman saat dihubungi Solopos.com, Jumat malam, mengatakan tidak ada kerugian akibat kebakaran tersebut.

Kebakaran kali kedua terjadi di wilayah Dukuh Tugumulyo RT 010, Desa Gading, Tanon, Sragen, pada pukul 14.15 WIB. Kapolsek Tanon AKP Agus Jumadi mewakili Kapolres Sragen menyampaikan kebakaran itu terjadi di rumah milik Suparmin, 65.

“Peristiwa itu bermula saat Sumiyati, 50, istri Suparmin, memasak sayur di dapur menggunakan kayu bakar. Seusai memasak api dimatikan dan bara api dimasukkan ke dalam tungku. Kemudian kayu sisa pembakaran dipisahkan agak jauh,” ujar Kapolsek saat dihubungi Solopos.com, Jumat malam.

Pada pukul 12.00 WIB, Sumiyati membuat kopi untuk suaminya. Mereka kemudian duduk santai sambil mengobrol di teras. “Pada pukul 14.15 WIB, Sumiyati kaget melihat kobaran api dari arah dapur. Mereka pun langsung berteriak meminta tolong. Warga sekitar berusaha memadamkan api tetapi api sudah terlanjur merembet ke rumah induk karena usaha pemadaman terkendala minimnya air. Setelah mendapat bantuan tim pemadam kebakaran, api bisa dipadamkan satu jam kemudian,” ujarnya.

Agus mengatakan api melalap rumah berukuran 8 meter x 12 meter dengan dinding tembok dan struktur atap dari kayu terbakar. Dia mengatakan 50% yang terbakar dengan nilai kerugian Rp15 juta.

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…