Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Jumat, 6 Oktober 2017 16:42 WIB Juli ER Manalu/JIBI/Bisnis Hukum Share :

Kasus Kematian Bayi Debora, Polisi Periksa Audit RS Mitra Keluarga

Pengusutan kasus kematian bayi Debora terus bergulir. Polisi bahkan segera memeriksa ahli yang melakukan audit terhadap RS Mitra Keluarga.

Solopos.com, JAKARTA — Polisi segera memeriksa pihak atau ahli yang melakukan audit atas Rumah Sakit (RS) Mitra keluarga terkait kasus kematian bayi Tiara Debora.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan mengatakan pihaknya telah mendapatkan hasil audit atas manajemen dan tenaga kemedisan RS Mitra Keluarga dari Kementerian Kesehatan.

“Kemarin kita baru mendapatkan hasil audit dari Kementerian Kesehatan karena Kementerian Kesehatan telah melakukan audit terhadap manajemen dan tenaga kemedisan. Hasil audit ini sekarang sedang kita dalami. Nanti kita akan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang melakukan audit atau ahli yang melakukan audit,” kata Adi, Jumat (6/10/2017).

Hasil pemeriksaan atas pihak yang melakukan audit kemudian akan dibandingkan dengan fakta dan peristiwa yang terjadi. Tujuannya, polisi ingin menemukan apakah benar telah terjadi kesalahan dalam kegiatan kedokteran terkait dengan ketenagadaruratan, atau kemungkinan kesalahan dalam manajemen rumah sakit.

Selain dari pihak Kementerian Kesehatan, pengauditan juga melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Beberapa waktu lalu kasus meninggalnya bayi Debora di RS tersebut menjadi viral. Bayi empat bulan tersebut tidak bisa mendapatkan perawatan di ruang PICU karena adanya kekurangan dana yang harus disediakan orang tuanya.

Namun, pihak rumah sakit dalam keterangan tertulisnya menyampaikan sebenarnya sudah melakukan tindakan medis berupa penyedotan lendir, pemasangan selang ke lambung, intubasi, dan bagging serta tindakan laboratorium dan radiologi. Pihak rumah sakit dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu juga menyampaikan bahwa kondisi sang bayi sempat membaik dan menyarankan agar bayi Deborah dimasukkan ke ruang khusus ICU.

Ibunda Debora pun disebut segera ke petugas administrasi dan mendapatkan penjelasan terkait rawat inap. Namun, menurut keterangan pers ini, sang ibu disebut merasa keberatan dengan dana yang dibebankan. Sang ibu pun kembali ke IGD dan ditanyai terkait kepesertaan BPJS. Dokter pun menawarkan agar bayi Debora dirujuk ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS hingga pada pukul 09.15 keluarga mendapatkan tempat di rumah sakit yang dimaksud.

Namun, ketika dilakukan koordinasi antar dokter keadaan Deborah memburuk. Dokter pun melakukan resusitasi jantung paru selama 20 menit.

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…