Warga menunggu mengurus refund terkait permasalahan umrah promo di Kantor First Travel, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Sigid Kurniawan)
Jumat, 6 Oktober 2017 15:03 WIB Juli ER Manalu/JIBI/Bisnis Hukum Share :

Kasus First Travel, Giliran Ria Irawan Dipanggil Polisi

Aktris senior Ria Irawan akan dipanggil Bareskrim terkait penelusuran kasus First Travel.

Solopos.com, JAKARTA — Selain akan memeriksa kembali aktris cantik Syahrini, polisi juga akan memanggil artis senior Ria Irawan untuk menelusuri aliran dana biro penyelenggara perjalanan First Travel.

Syahrini yang seharusnya diperiksa pada Kamis (5/10/2017) berhalangan hadir sehingga pemeriksaan harus dijadwalkan ulang pekan depan. “Akan memeriksa Saudari Syahrini Senin mendatang,” kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, Jumat (6/10/2017).

Selain Syahrini, polisi juga akan memanggil Ria Irawan. Namun, belum disebutkan pasti kapan aktris senior tersebut akan diperiksa. Baik Syahrini maupun Ria Irawan akan diperiksa sebagai saksi untuk mengetahui berapa banyak uang yang kemungkinan dikeluarkan First Travel untuk keduanya.

“Hal ini dilakukan untuk dapat mengetahui berapa banyak uang yang diberikan First Travel kepada para artis. Akan kita inventaris menjadi pengeluaran yang dikeluarkan First Travel, Ada di mana saja dananya dan digunakan untuk apa saja,” katanya.

Saat ini, polisi masih terus mengumpulkan dan menelusuri aset-aset milik bos First Travel. Terakhir kali, polisi menemukan adanya delapan perusahaan lain milik bos travel yakni suami istri Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan.

Kedelapan perusahaan tersebut antara lain PT Interculture Tourindo, PT Yamin Duta Makmur, PT Hijrah Bersama Taqwa, PT Bintang Balindo Semesta, PT Anugerah Nusantara Mandiri Prima, PT Anugerah Karya Teknologi, PT Anniesa Hasibuan Fashion dan sebuah yayasan bernama First Foundation.

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…