Warga melintasi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Desa Girijati, Purwodadi, Gunungkidul pekan lalu. Kawasan JJLS di pesisir pantai kini diincar investor. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja) Warga melintasi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Desa Girijati, Purwodadi, Gunungkidul pekan lalu. Kawasan JJLS di pesisir pantai kini diincar investor. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 6 Oktober 2017 08:40 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

JJLS GUNUNGKIDUL
JJLS Ternyata Dibangun dari Hasil Utang

Pembangunan JJLS akan segera dilanjutkan dengan biaya hasil pinjaman luar negeri.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL— Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul segera dilanjutkan. Rencananya pada tahun ini, ada dua paket yang dilelang untuk mencari rekanan yang akan mengerjakan proyek tersebut.

Total biaya pembangunan JJLS untuk dua paket tersebut tercatat sebanyak Rp316 miliar. Namun, pemerintah baik Pusat dan daerah harus melakukan utang ke luar negeri untuk membiayai pembangunan jalan trans Jawa tersebut. Pemerintah Pusat mengajukan pinjaman ke Islamic Development Bank (IDB).

“Kabarnya memang seperti itu, paket pengerjaan JJLS di Gunungkidul dibiayai oleh pihak luar,” terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Eddy Praptono, Kamis (5/10/2017)

Hal senada diungkapan oleh Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumberdaya Mineral DIY, Bambang Sugaib. Menurut dia, meski pihaknya tidak mengurusi masalah pembangunan, namu menerima kabar jika pembangunan JJLS di Gunungkidul akan dibiayai oleh luar.

“Saya dengar memang seperti itu, tapi untuk lebih jelasnya bisa konfirmasi ke Satuan Kerja Pembangunan Jalan Nasional,” kata Bambang, saat dikonfirmasi kemarin. Menurut dia, untuk pembangunan JJLS, Pemerintah DIY fokus untuk masalah pembebasan lahan. Sedang untuk pembangunan, sepenuhnya ditangani oleh pusat.

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…