Warga melintasi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Desa Girijati, Purwodadi, Gunungkidul pekan lalu. Kawasan JJLS di pesisir pantai kini diincar investor. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja) Warga melintasi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Desa Girijati, Purwodadi, Gunungkidul pekan lalu. Kawasan JJLS di pesisir pantai kini diincar investor. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 6 Oktober 2017 13:42 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

JJLS di Gunungkidul Akan Menerobos Perbukitan

Pembangunan JJLS di wilayah Gunungkidul akan melalui wilayah perbukitan dan pegunungan.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL— Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul segera dilanjutkan. Proyek pembangunan bernilai ratusan miliar ini akan menerobos kawasan perbukitan dan pegunungan.

Total biaya pembangunan JJLS untuk dua paket tersebut tercatat sebanyak Rp316 miliar. Namun, pemerintah baik Pusat dan daerah harus melakukan utang ke luar negeri untuk membiayai pembangunan jalan trans Jawa tersebut. Pemerintah Pusat mengajukan pinjaman ke Islamic Development Bank (IDB).

Ada dua paket pembangunan JJLS yang akan segera dikerjakan. Tahun ini, lelang dua paket proyek terebut akan dimulai. Dua paket pembangunan JJLS itu meliputi paket pembangunan Girisekar-Legundi, Kecamatan Panggang sepanjang 4,7 kilometer dengan senilai Rp96 miliar. Satu paket lainnya berupa pembangunan jalan dari wilayah perbatasan Wonogiri-Jerukwudel-Baran-Duwet sepanjang 10,6 kilometer dengan nilai Rp220 miliar.

Baca Juga : Dua Titik JJLS Segera Dibangun di Gunungkidul

Asisten Perencanaan dan Program Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah DIY Nandang Sungkono mengatakan, dua paket pembangunan itu ditargetkan selesai lelang sebelum akhir tahun. Untuk paket Girisekar-Legundi sudah memasuki tahapan lelang, sedang untuk paket Jerukwudel-Baran-Duwet masih dalam tahap persiapan. “Meski tidak serempak, namun diharapkan lelang sudah selesai di akhir tahun,” katanya Kamis (5/10/2017).

Lebih jauh dikatakan Nandang, proyek pengerjaan JJLS merupakan progam jangka panjang dengan sistem tahun jamak. Oleh karenanya, meski lelang sudah mulai dilaksanakan, namun penyelesaian ditarget sampai 2019 mendatang. “Ini bukan masalah, karena yang terpenting dalam selesai tepat waktu dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya.

Baca Juga : JJLS GUNUNGKIDUL : JJLS Ternyata Dibangun dari Hasil Utang

Disinggung mengenai masalah besaranya bisaya pembangunan JJLS, Nandang mengakui kondisi geografis menjadi penyebab utama. Dia mencontohkan, pembangunan jalur sepanjang 10,6 km yang menghubungkan wilayah perbatasan Wonogiri dengan Gunungkidul membutuhkan biaya Rp220 miliar. Alokasi ini, sambung dia, banyak terkuras untuk prosesnya yang meliputi pembangunan jalan baru yang mengharuskan dilakukan pengeprasan bukit di titik yang akan dilalui. “Memang dana banyak digunakan untuk mengepras gunung dan bukit,” ungkapnya.

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…