Rektor Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) Warsiti (kiri) dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Noordjannah Djohantini (kanan) saat memberi keterangan pers di kampus Unisa, Jumat (18/03/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja) Rektor Universitas Aisyiyah Yogyakarta (Unisa) Warsiti (kiri) dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Noordjannah Djohantini (kanan) saat memberi keterangan pers di kampus Unisa, Jumat (18/03/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 6 Oktober 2017 23:40 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Ini Dia Masukan untuk Layanan Kesehatan di Kulonprogo

Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogja memberikan masukan peningkatan layanan kesehatan.

Solopos.com, SLEMAN— Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogja memberikan sejumlah masukan untuk perbaikan pelayanan kesehatan melalui program Policy Brief yang digelar, Rabu (4/10/2017). Kegiatan itu diikuti mahasiswa program studi ilmu kebidanan program magister (S2) angkatan ke-3 untuk berkontribusi di bidang kesehatan.

Wakil Dekan Fakultas Kesehatan Unisa Ali Imron mengatakan pihaknya menggunakan empat jejaring dalam berkiprah, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, lembaga internasional dan komunitas. “Penyampaian Policy Brief ini merupakan salah satu aktivitas jejaring dengan pemerintah,” terangnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Kamis (5/10/2017).

Sejumlah tema dalam Policy Brief antara lain, tentang ibu hamil dengan kekurangan energy kronik (KEK) serta faktor penyebabnya, strategi untuk meningkatkan kehamilan yang aman, program pelayanan kesehatan peduli remaja terintegrasi usaha kesehatan sekolah.

Kemudian menyarankan pentingnya dering cantik sebagai inovasi upaya penekanan angka kematian ibu, serta optimalisasi penjaringan kehamilan melalui pendampingan kader dan penggunaan media aplikasi informasi di kabupaten Kulonprogo. “Ada juga soal kekerasan terhadap perempuan dan anak dan strategi meningkatkan kesehatan ibu, bayi melalui program kelas ibu hamil,” terang dia.

Wakil Rektor I Unisa Taufiqurrohman menambahkan, salah satu analisa  kebijakan untuk tema optimalisasi penjaringan kehamilan melalui pendampingan kader dan penggunaan media aplikasi informasi di kabupaten Kulonprogo. Kunjungan pertama pada awal kehamilan yang disebut K1 menjadi salah satu tolak ukur untuk pencapaian keberhasilan akses ibu hamil untuk memerikasakan kehamilannya ke fasilitas kesehatan. Asuhan itu penting untuk menjamin bahwa proses alamiah dari kelahiran berjalan normal.

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…