Ilustrasi membaca di tempat redup (Pictagram) Ilustrasi membaca di tempat redup (Pictagram)
Jumat, 6 Oktober 2017 03:00 WIB (Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com) Kesehatan Share :

INFO HIDUP SEHAT
5 Mitos Soal Mata Ini Tak Perlu Dipercaya

Info hidup sehat tentang lima mitos seputar mata yang tak perlu dipercaya.

Solopos.com, SOLO – Mata yang sehat merupakan salah satu anugerah yang wajib dijaga. Selama ini, banyak sekali mitos tentang hal-hal yang dianggap mengganggu kesehatan bahkan merusak mata. Meski tak jelas kebenarannya, banyak orang khawatir dan ketakutan dengan sejumlah mitos itu.

Padahal, tak semua mitos itu perlu dipercaya dan ditakuti. Nah, mau tahu apa saja mitos menyesatkan tentang mata yang tak perlu dipercaya? Simak ulasan yang dihimpun Solopos.com dari Boldsky, Kamis (5/10/2017), di bawah ini:

Menatap matahari langsung baik untuk kesehatan

Mitos pertama yang harus Anda abaikan adalah melihat matahari dengan mata telanjang baik bagi kesehatan. Pada kenyataannya, paparan sinar UV A dan UV B malah meningkatkan risiko kerusakan mata. Sebab, sinar yang terlalu terang akan merusak kornea dan mengakibatkan kebutaan.

Melihat cahaya dari pengelasan memicu kebutaan

Kebanyakan orang tua mengatakan sinar yang keluar dari alat las memicu kebutaan. Pada kenyataannya, anggapan itu hanya mitos belaka. Sinar itu tidak akan langsung membuat seseorang buta. Kendati demikian, Anda tetap wajib mengenakan masker dan kacamata untuk melindungi dari percikan api.

Penglihatan buruk merupakan warisan

Ada beberapa penyakit yang diwariskan orang tua kepada anak. Namun, penyakit itu tidak termasuk kasus rabun jauh. Pasalnya, ada banyak faktor yang membuat seseorang menderita rabun jauh, salah satunya gaya hidup.

Kacamata membuat pandangan makin kabur

Beberapa penderita rabun jauh biasanya enggan mengenakan kacamata. Bukan tanpa alasan, mereka beranggapan kacamata justru akan memperburuk keadaan. Padahal, anggapan itu hanyalah mitos. Mata memang akan melihat dengan jelas setelah mengenakan kacamata, dan kabur saat dilepas.

Nah, setelah sekian lama dipakai, biasanya Anda akan mengganti kacamata lantaran pandangan semakin kabur. Tak jarang, Anda harus memakai kacamata yang lebih tebal. Hal ini terjadi lantaran otot mata melemah, sehingga butuh alat bantu yang kuat. Jika tak ingin mengenakan kacamata yang lebih tebal, maka Anda harus mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh dengan lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung vitamin A.

Membaca di tempat gelap merusak mata

Biasanya orang tua akan menegur saat melihat anaknya membaca di tempat gelap. Mereka mengatakan membaca di tempat gelap merusak penglihatan. Padahal, anggapan itu tak sepenuhnya benar. Mata memiliki cara sendiri untuk membuat Anda tetap nyaman membaca di tempat gelap. Keberadaan batang retina membantu Anda melihat dengan jelas meski di tempat yang redup. Jadi, tidak perlu khawatir penglihatan kabur saat membaca di tempat gelap.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…