Jumpa pers Gladen Hageng Jemparingan Ngayogyakarta Tingkat Nasional, di RM Minang Ria, Jumat (06/10/2017). (Ocktadika Cahya A/Harian Jogja)
Jumat, 6 Oktober 2017 13:25 WIB M100/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Gladen Hageng Jemparingan Ngayogyakarta Diikuti 350 Peserta dari Penjuru Nusantara

Gladen Hageng Jemparingan Ngayogyakarta Tingkat Nasional akan dilaksanakan pada tanggal Minggu (8/10/2017) di lapangan Kodim 0734/Yka Jl. AM. Sangaji No. 55 Yogyakarta.

Solopos.com, JOGJA- Komando Distrik Militter (Kodim) didampingi dengan Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwanto mengadakan acara jumpa pers dalam rangka Gladen Hageng Jemparingan Ngayogyakarta Tingkat Nasional di RM Minang Ria Jl. Kusumanegara, Jumat (6/10/2017).

Jemparingan merupakan tradisi panahan yang telah ada sejak zaman ratusan tahun silam. Biasanya dimainkan oleh para bangsawan kerajaan dan prajurit kerajaan guna melatih ketajaman konsentrasi mata dalam melesatkan anak panah. Namun semakin berkembangnya zaman tradisi ini mulai dimainkan oleh rakyat biasa sebagai hiburan dan pelestarian budaya yang sangat berharga.

Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-72 dan HUT Kota Jogja ke-261 Kodim 0734/Yka bersama Pemerintah Kota Jogja yang didukung oleh Komunitas Paseduluran Jemparingan Yogyakarta menyelenggarakan Gladen Hageng Jemparingan Ngayogyakarta Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal Minggu (8/10/2017) di lapangan Kodim 0734/Yka Jl. AM. Sangaji No. 55 Yogyakarta.

Kegiatan ini akan diikuti oleh 350 peserta yang dibagi menjadi 4 kategori yaitu Kategori Anak-anak, Kategori Remaja dan Kategori Umum Putera serta Kategori Umum Puteri.

Komandan Kodim, Letnan Kolonel Rudi Firmansyah mengatakan memanah merupakan budaya Kota Jogjayang harus dilestarikan. “Alhamdulillah sangat tinggi sekali, sangat besar sekali responnya dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ini bebas pendaftaran alias gratis dan murni dilakukan pemerintah kota, agar lebih tinggi lagi minatnya dan lebih terasa di masyarakat. Fasilitas snack atau makan berusaha disediakan, begitu juga kantin jika ingin menambah.

Adapun tujuan kegiatan ini untuk mengajak seluruh komponen masyarakat dalam melestarikan budaya Yogyakarta dengan pesonanya yang kaya dan memukau. Pihak kodim dan walikota memiliki niat baik untuk melestarikan budaya jemparingan ini. Melibatkan wartawan untuk lebih menyebarluaskan acara ini dan mengembangkan sektor pariwisata di DIY.

“Momentum yang sangat baik, karena di jogja tumbuh klub klub olahraga tradisional, sehingga potensi lestarinya lebih baik” ujar Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwanto.

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…