Mulyanto Utomo Mulyanto Utomo
Jumat, 6 Oktober 2017 05:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Infrastruktur Haji dan Hak Difabel

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (2/10/2017). Naskah ini adalah versi yang lebih lengkap. Esai ini karya Mulyanto Utomo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah mulyanto.utomo@solopos.co.id.

Solopos.com, SOLO–Pekan ini kelompok terbang terakhir jemaah haji Indonesia dipulangkan. Jemaah haji gelombang II  terbang dari Madinah sejak 21 September dan akan berakhir 5 Oktober.

Begitu banyak catatan yang bisa menjadi bahan evaluasi prosesi haji tahun ini agar pelaksanaan pada tahun depan terus bertambah baik, nyaman, aman, dan mudah bagi semua jemaah.

Sebagai difabel, sejak sembilan tahun silam saya mengalami kelumpuhan paraplegia akibat kecelakaan, berhasil menuntaskan semua rukun, wajib, dan sunah haji adalah sebuah perjuangan yang cukup berat.

Itu pun tentu saja berkat bantuan luar biasa dari istri, kawan-kawan serombongan, dan para sukarelawan yang ringan tangan. Tanpa mereka difabel seperti saya tak akan bisa melaksanakan beragam ritual ibadah haji.

Ada ribuan difabel bahkan para lanjut usia yang dikategorikan berisiko tinggi harus berjibaku untuk menyelesaikan ritual haji yang memang membutuhkan ketangguhan mental, kekuatan fisik, dan kesadaran religiositas tingkat tinggi ini.

Secara keseluruhan, khususnya di Masjidil Haram yang perluasan masjidnya di beberapa bagian sudah selesai, memang tidak terlalu bermasalah karena masjid terbesar di dunia ini kian nyaman.

Masalah terjadi justru di “pusat” puncak pelaksanaan haji, yaitu di Arofah, Muzdalifah, dan Mina atau sering disebut Armina. Kementerian Agama menetapkan kuota haji tahun 1438 H/2017 M ini 221.000 orang.

Jumlah ini bertambah 42.000 dari kuota beberapa tahun lalu yang berjumlah 168.800 orang. Sejak perluasan Masjidil Haram kuota jemaah haji Indonesia yang berjumlah 211.000 orang memang dikurangi 20% menjadi 168.800 orang itu.

Pada tahun ini, kuota dikembalikan, bahkan ditambah sekitar 10.000-an orang. Penambahan kuota haji yang mencapai 42.000 orang tanpa ada perluasan atau penambahan fasilitas serta infrasruktur di Armina menyebabkan pelaksanaan haji belum memberi kenyamanan, keamanan, kemudahan secara maksimal bagi sebagian jemaah haji, terlebih bagi para lanjut usia dan difabel.

Selanjutnya adalah: Sesuai data di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu…

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

Capaian Akta Kelahiran Kulonprogo Melebihi Angka Nasional

Capaian kepemilikan akta kelahiran Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo, melebihi angka capaian nasional Solopos.com, KULONPROGO-Capaian kepemilikan akta kelahiran Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo, melebihi angka capaian nasional. Kepala Disdukcapil Kulonprogo, Djulistyo mengatakan, saat ini capaian kepemilikan…