Penyanyi Syahrini berjalan untuk menjalani pemeriksaan kasus biro perjalanan First Travel di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (27/9/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Fandi)
Jumat, 6 Oktober 2017 20:33 WIB JIBI/Solopos/Antara Hukum Share :

First Travel Mengaku Biayai Umrah Keluarga Syahrini Rp1 Miliar

Pihak First Travel mengaku telah membiayai umrah Syahrini dan keluarga senilai Rp1 miliar.

Solopos.com, JAKARTA — Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri ingin mencocokkan keterangan tersangka kasus First Travel dengan Syahrini terkait biaya keberangkatan umrah pelantun Sesuatu itu dan keluarganya.

Pasalnya, para tersangka menyebutkan bahwa First Travel membiayai keberangkatan umrah Syahrini dan keluarganya. “Ada beberapa keterangan dari para tersangka bahwa mereka memberangkatkan Syahrini dan keluarganya,” kata Kepala Subdit V Tindak Pidana Umum Kombes Pol Dwi Irianto di Kantor Bareskrim, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Bahkan, staf First Travel mengatakan bahwa pemberangkatan keluarga Syahrini tersebut menghabiskan biaya lebih kurang Rp1 miliar. Untuk menelusuri hal tersebut, penyidik kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Syahrini pada Senin (9/10/2017).

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan pertama, Syahrini mengaku mendapat potongan harga 50 persen untuk biaya keberangkatan umrah dirinya. Sedangkan untuk keberangkatan 11 orang keluarganya, Syahrini mengaku membiayainya sendiri.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa dua artis sebagai saksi dalam kasus ini yakni Syahrini dan Vicky Shu. Pemeriksaan ini dilakukan guna melacak aliran dana jamaah First Travel.

Dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana pembayaran puluhan ribu calon peserta umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, polisi telah menetapkan tiga tersangka, yakni Andika Surachman (Dirut), Anniesa Desvitasari (Direktur) serta Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki Hasibuan (Komisaris Utama).

Andika diketahui merupakan pelaku utama penipuan, penggelapan dan pencucian uang dalam kasus ini. Sementara Anniesa dan adiknya, Kiki berperan ikut membantu tindak pidana yang dilakukan Andika.

Penyidik memperkirakan total jumlah peserta yang mendaftar paket promo umrah yang ditawarkan First Travel sejak Desember 2016 hingga Mei 2017 sebanyak 72.682 orang. Dalam kurun waktu tersebut, jumlah peserta yang sudah diberangkatkan 14.000 orang. Jumlah yang belum berangkat sebanyak 58.682 orang.

Sedangkan perkiraan jumlah kerugian yang diderita jamaah atas kasus ini sebesar Rp848,7 miliar yang terdiri atas biaya setor paket promo umrah dengan total Rp839 miliar dan biaya carter pesawat dengan total Rp9,5 miliar.

Sementara tersangka Andika Surachman juga tercatat memiliki utang kepada penyedia tiket sebesar Rp85 miliar, utang kepada penyedia visa Rp9,7 miliar, dan utang kepada sejumlah hotel di Arab Saudi sebesar Rp24 miliar.

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…