Sekolah gunung di Cilacap, Rabu (4/10/2017). (Istimewa/Humas Cilacap) Sekolah gunung di Cilacap, Rabu (4/10/2017). (Istimewa/Humas Cilacap)
Jumat, 6 Oktober 2017 04:00 WIB Peristiwa Share :

Cilacap Dipilih Selenggarakan Sekolah Gunung

BNPB memilih Cilacap sebagai sekolah gunung.

Solopos.com, CILACAP — Pemkab Cilacap melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap menggelar sosialisasi Sekolah Gunung. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pengurangan risiko bencana ecosystem base.

Sosialisasi dibuka oleh Bupati Cilacap diwakili Asisten Pemerintahan, Wasi Aryadi di rumah makan Dusun Ciopat Desa Madusari Kecamatan Dayeuhluhur, Rabu (4/10/2017).

Dalam rilis yang diterima Solopos.com, Kamis (5/10/2017), menurut Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Cilacap, Edy Winarno,  sekolah gunung diikuti 50 orang. Mereka berasal dari satuan perangkat kerja daerah (SKPD) terkait seperti, Bapelitbangda, Dispabun, DLH, Dinas Sosial, Dinas PUPR, BUMN, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta komunitas gunung pencita alam Rescue Majenang, Wanareja, dan Dayeuhluhur.

Sosialisasi ini bertujuan membangun komitmen tentang arti penting pengelolaan kawasan gunung/pegunungan sebagai kesatuan ekologis dari daerah aliran sungai (DAS), kepada aparatur, legislatif dan masyarakat serta lembaga usaha yang ada di Kabupaten Cilacap.

Sosialisasi sekolah gunung digelar dalam rangka menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim yang semakin meningkat serta tantangan yang semakin besar dalam mengelola dan mengurangi akibat bencana geologi maupun bencana hidrometeorologi.

Untuk itu pemerintah Indonesia mengembangkan suatu gerakan untuk membangun bangsa dan negara yang tangguh. Kegiatan ini dilakukan dengan gerakan pengurangan risiko bencana Ecosystem Base berupa pengelolaan DAS secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Gerakan di hulu sungai dibentuk Sekolah Gunung, di tengah di bentuk sekolah sungai dan di hilir dibentuk sekolah laut. Pada tahun anggaran 2017, Kabupaten Cilacap ditetapkan sebagai lokasi Kegiatan Sekolah Gunung dari BNPB.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam sambutan tertulis yang dibacakan Assisten Pemerintahan Wasi Aryadi mengatakan, melalui sekolah gunung ini diharapkan akan membangun gerakan pengurangan risiko bencana secara terintegrasi, tidak hanya mampu mengurangi risiko, tetapi juga meningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Lebih lanjut Bupati mengemukakan, secara umum wilayah Indonesia menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim yang semakin meningkat, sehingga tantangan dalam mengelola dan mengurangi risiko-risiko bencana juga semakin besar. Hampir 90% risiko bencana merupakan bencanahidro-meteorologis yang terkait air dan cuaca, seperti banjir, kekeringan, longsor dan gelombang pasang. Selain itu juga akibat degradasi lingkungan serta besarnya pengaruh manusia dalam bencana-bencana tersebut.

Bupati juga mengemukakan, Gerakan Nasional Pengurangan Risiko Bencana (PRB) menuju Indonesia yang tangguh, berkelanjutan dan sejahtera menjadi bagian dari komitmen untuk melaksanakan revolusi karakter bangsa, yang salah satunya adalah menciptakan budaya aman (safety culture) serta berinvestasi pada sumber daya manusia melalui peningkatan kesadaran dan mobilisasi masa untuk peningkatan manajemen risiko bencana.

Spirit Gerakan Nasional PRB adalah semangat gotong royong masyarakat, komunitas, pelajar, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat akademisi dan lembaga usaha dengan menitik beratkan pada kearifan lokal. Model Gerakan Nasional PRB yang saat ini dipromosikan adalah Ecosytem Based yaitu melalui pengelolaan DAS secara berkesinambungan dan berkelanjutan dengan membedakan aksi di Hulu (Sekolah Gunung), di Tengah (sekolah Sungai) dan di Hilir (sekolah Laut).

Gerakan PRB ini bermaksud untuk meningkatkan kesadaran, membawa semangat kebersamaan, kesetiakawanan sosial, gotong royong, sehingga menjadi nilai budaya di masyarakat dalam pengelolaan risiko bencana di wilayah masing-masing. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah akan sangat berterima kasih apabila Gerakan PRB melalui Sekolah Gunung memberi kesadaran akan arti pentingnya pengelolaan lingkungan di hulu.

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…