Ilustrasi kekeringan (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi kekeringan (JIBI/Solopos/Dok.)
Jumat, 6 Oktober 2017 19:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

BENCANA MADIUN
29 Desa Rawan Kekeringan, Pemkab Madiun Kirim Air Bersih

Bencana Madiun, Pemkab Madiun mewaspadai bencana kekeringan dan kebakaran.

Solopos.com, MADIUN — Sebanyak 29 desa di lima kecamatan di Kabupaten Madiun rawan terjadi kekeringan dan krisis air bersih. Yakni di Kecamatan Balerejo ada sembilan desa, Kecamatan Pilangkenceng enam desa, Kecamatan Gemarang enam desa, Kecamatan Wonoasri enam desa, dan Kecamatan Saradan terdapat tiga desa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Edi Hariyanto, di Madiun, Jumat (6/10/2017), mengatakan kewaspadaan tersebut penting dilakukan karena terdapat sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun yang rawan terjadi kekeringan dan krisis air bersih saat musim kemarau berlangsung setiap tahunnya.

“BPBD sudah memetakan daerah mana yang rawan kering. Selain memetakan, kami juga menganalisis kondisi tiap desa yang masuk peta rawan. Jika sampai krisis, kami harus siap sedia,” ujar Edi kepada wartawan.

Menurut dia, dari 29 desa rawan kekeringan tersebut, terdapat enam desa di tiga kecamatan yang paling parah mengalami bencana kekeringan.

Keenam desa tersebut, antara lain Desa Bulu dan Desa Kenongorejo di Kecamatan Pilangkenceng, serta Desa Tawangrejo, Batok, dan Desa Nampu di Kecamatan Gemarang. Juga Desa Plumpungrejo di Kecamatan Wonoasri.

Pihaknya menilai, meski sebagian wilayah telah diguyur hujan, namun di beberapa daerah yang dipetakan tersebut masih rawan kekeringan. Diperkirakan, musim kemarau masih akan berlangsung hingga November mendatang.

Guna menghadapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Madiun akan bekerja sama dengani PDAM Kabupaten Madiun untuk melaksanakan pengiriman air bersih sesuai permintaan warga.

“Untuk sekarang, seluruh wilayah masih aman. Tapi jika sewaktu-waktu terjadi kekeringan, warga diminta segera saja melapor kepada kami,” katanya.

Edi menambahkan, selain kekeringan, pihaknya juga mewaspadai bencana kebakaran hutan pada musim kemarau saat ini. Hal itu karena 40 persen wilayah Kabupaten Madiun adalah hutan.

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…