Sejumlah warga bersama dengan anggota TNI, Polisi, serta relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul membersihkan puing-puing rumah Waliyem di Dusun Ngalihan, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Jumat (6/10/2017). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja) Sejumlah warga bersama dengan anggota TNI, Polisi, serta relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul membersihkan puing-puing rumah Waliyem di Dusun Ngalihan, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Jumat (6/10/2017). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 6 Oktober 2017 19:40 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

BENCANA ANGIN KENCANG
Rumah Waliyem Rata dengan Tanah

Hujan deras dan angin kencang menyebabkan satu rumah di Gunungkidul roboh.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL— Hujan deras dan angin kencang yang terjadi di wilayah Kecamatan Ngipar membuat sebuah rumah milik warga di Dusun Ngalihan, Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar roboh. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pantauan harianjogja.com pada Jumat (6/10/2017) pagi, rumah milik Waliyem sudah rata dengan tanah. Sejumlah warga bersama dengan anggota TNI, Polisi, serta relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul membersihkan puing-puing rumah yang roboh.

Komandan Rayon Militer (Danramil) Nglipar, Kapten Marsimin mengatakan peristiwa robohnya rumah tersebut terjadi pada Kamis (5/10/2017) sekitar pukul 18.00 WIB. Kejadian tersebut diawali hujan deras dan angin kencang. “Saat angin kencang rumah langsung roboh, beruntung penguhi berhasil menyelamatkan diri,” kata dia Jumat.

Rumah berbentuk limasan ukuran 12X 9 meter persegi tersebut sebagian besar terbuat dari kayu dan sudah lapuk sehingga memang mudah roboh. Dan rumah milik Waliyem tersebut memang berstatus rumah tidak layak huni (RTLH).

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir lebih dari Rp50 juta. Selain itu akibat tempat berteduhnya sudah rata dengan tanah, kini Waliyem untuk sementara waktu mengungsi di rumah anaknya.

Terpisah, Kasi Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Sutaryono mengatakan pihaknya sudah menerjunkan relawan dan bantuan logistik untuk membantu korban. “Untuk penanganan rumah kami nanti berkoordinasi dengan pemiliknya apakah akan membangun rumah lagi, atau tidak,” ujarnya.

Jika nanti akan dibangun, pihaknya akan memberikan bantuan bahan bangunan dan mendirikan rumah sementara. Bantuan tersebut sama seperti yang telah diberikan kepada dua pemilik rumah asal Kecamatan Gedangsari dan Semin yang juga roboh beberap waktu lalu.

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…