Ilustrasi perumahan (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi perumahan (JIBI/Solopos/Dok.)
Jumat, 6 Oktober 2017 07:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Bahaya, Lokasi Pembangunan Rumah Bersubsidi Rawan Longsor

“Ya rasa khawatir ada karena tebingnya curam sekali”

Solopos.com, SLEMAN-Lokasi pembangunan rumah bersubsidi di Jering, Sidorejo, Godean dinilai rawan longsor. Kondisi tersebut disebabkan lereng yang dibuat terlalu tajam.

Geolog UGM Saptono Budi Samodra menjelaskan, kondisi tanah di perbukitan itu berpotensi longsor. Itu dikarenakan kondisi lereng bukit cukup curam dan tanahnya tebal. “Kondisi tanah juga sudah lapuk, menjadi lempung yang licin,” kata dia kepada Harian Jogja, Kamis (5/10/2017).

Berbeda jika pengembang memotong atau memangkas seluruh bukit yang dinilainya justru relatif aman. Sayangnya, lanjut Saptono, pengembang hanya memotong sebagian bukit terutama di bagian Utara. “Itu yang bisa longsor ke arah perumahan,” jelas dia.

Dia tidak mengetahui apakah pengembang sudah menghitung angka aman sudut lereng dan tinggi jenjang rencana lokasi perumahan itu. Baginya, angka aman tersebut penting diketahui terutama bagi daerah di luar kompleks.

“Kalau di dalam komplek, saya yakin sudah didesain supaya aman dari longsor. Tapi kalau melihat tebing batas luar kelihatannya berbahaya,” katanya.

Dijelaskan Saptono, perbukitan di wilayah Godean seperti Gunung Berjo, Gunung Ngampon, Gunung Wungkal, dan lainnya, merupakan bukit-bukit yang seumuran dengan pegunungan Menoreh. Dalam waktu geologi, perbukitan di daerah itu berumur antara Oligosen sampai Miosen. Itu (umurnya) sekitar 38 – 25 juta tahun yang lalu.

“Sementara Gunung Merapi, paling tua yang disebut Gunung Bibi baru berumur 0,7 juta tahun, atau waktu geologi masuk Pleistosen,” paparnya.

Berbeda dengan potensi longsor, kata Saptono, dari sisi kegempaan daerah tersebut relatif aman. Sebab tanah yang ada di bawahnya langsung bertumpu dengan batuan dasar. “Kalau potensi gempa sebenarnya lebih aman, karena tidak ada amplifikasi gelombang gempa oleh lapisan lunaknya,” papar dia.

Dukuh Jering II Sogol Sujendro awalnya mengaku khawatir jika potensi longsor terjadi di wilayah tersebut. Hanya saja, pihak pengembang meyakinkan hal itu sudah diantisipasi. Salah satunya dengan membuat talud di sekitar lokasi. “Talud sudah dibangun termasuk jarak aman dengan pemukiman penduduk,” katanya.

Selain itu, pengembang juga sudah membangun sumur bor di lokasi sebagai pengganti sumur-sumur warga yang bercampur tanah liat. Dia berharap, longsor tidak terjadi di lokasi itu. “Ya rasa khawatir ada karena tebingnya curam sekali,” kata dia.

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…