Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun, Soeko Dwi Handiyarto. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun, Soeko Dwi Handiyarto. (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Jumat, 6 Oktober 2017 15:25 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

1.500 Lampu PJU Segera Dipasang di Kota Madiun

Sebanyak 1.500 unit lampu PJU akan dipasang di sejumlah wilayah di Kota Madiun.

Solopos.com, MADIUN — Pemerintah Kota Madiun membeli 1.500 unit lampu penerangan jalan umum (PJU) yang akan dipasang di sejumlah jalan dan taman di wilayah Madiun. Pemkot mengeluarkan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk membeli lampu jenis LED itu.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun, Soeko Dwi Handiyarto, mengatakan saat ini masih ada wilayah di Kota Madiun yang belum terang pada malam hari. Penerangan di Kota Madiun baru sekitar 37% dari penerangan yang seharusnya ada.

Untuk itu, pada tahun 2017 Pemkot menyediakan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk pembelian lampu PJU jenis LED. Dia memerinci 500 PJU telah dibeli menggunakan APBD murni 2017 dan 1.000 PJU menggunakan perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2017.

“Total ada 1.500 PJU, itu nanti akan dipasang di sejumlah titik, khususnya di pusat kota dan persimpangan jalan,” jelas dia saat ditemui Madiunpos.com di ruang kerjanya, Rabu (4/10/2017).

Soeko menyampaikan lampu LED itu juga akan dipasang di sejumlah taman yang minim penerangan. Penambahan penerangan ini supaya lokasi taman tersebut tidak digunakan aktivitas yang membahayakan dan asusila.

Menurut dia, dengan adanya penambahan lampu ini akan menarik kunjungan dan membuat lokasi taman ramai. Dengan begitu taman tidak lagi digunakan untuk aktivitas negatif.

Dia mencontohkan di taman Demangan yang awalnya sepi, setelah ada penambahan lampu diharapkan bisa ramai. “Supaya taman tidak digunakan kegiatan yang macem-macem perlu peran masyarakat sekitar. Kalau tidak mau menegurnya secara langsung bisa lapor ke Satpol PP,” jelas dia.

Meski ada pengadaan 1.500 unit PJU, Soeko mengaku hal itu masih kurang karena belum semua lokasi akan dipasang lampu. Pengadaan itu sebagian besar untuk peningkatan kualitas penerangan bukan perluasan layanan.

“Wilayah yang masih gelap ya di swkitar Pilangbango dan Kelun. Karena di sana kan dominasinya masih pertanian. Jadi kalau diberi penerangan lebih juga tidak efisien,” kata dia.

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…