Petugas Tagana Dinas Sosial DIY mengusung perabot dapur seusai mereka cuci di dapur umum Gelanggang Pemuda Youth Center Mlati, Sleman, DI. Yogyakarta, Selasa (02/02/2016). Selama sepekan mereka bertugas tanpa kenal lelah untuk membantu ketercukupan asupan makanan bagi ratusan warga eks Gafatar yang ditampung di tempat tersebut. (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto) Petugas Tagana Dinas Sosial DIY mengusung perabot dapur seusai mereka cuci di dapur umum Gelanggang Pemuda Youth Center Mlati, Sleman, DI. Yogyakarta, Selasa (02/02/2016). Selama sepekan mereka bertugas tanpa kenal lelah untuk membantu ketercukupan asupan makanan bagi ratusan warga eks Gafatar yang ditampung di tempat tersebut. (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Kamis, 5 Oktober 2017 12:57 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Urus Rujukan di Sleman Kini Bisa Diantar Sampai Rumah

Dinas Sosial merilis program inovasi bertajuk Layanan Antar Sampai Rumah (N(G)ANTAR PAIMAH),

Solopos.com, SLEMAN-Dinas Sosial merilis program inovasi bertajuk Layanan Antar Sampai Rumah (N(G)ANTAR PAIMAH), Rabu (4/10/2017).

Layanan transportasi ditujukan bagi warga yang akan mengurus rujukan ke lokasi berbeda dan diantar hingga pulang ke rumah.

Kepala Dinas Sosial Sleman, Sri Murni Rahayu mengatakan warga yang datang ke kantornya kerap butuh mengurus rujukan ke institusi lain yang lokasinya berbeda salah satunya Badan Pelaksana Jamkesos.

“Kadang warga itu hanya diantar atau didrop jadi mau urus rujukan ke mana-mana jadinya sulit apalagi yang sangunya [uang saku] enggak ada,” ujarnya ditemui di pendopo rumah dinas bupati kemarin.

Karena itu, disediakan dua sepeda motor beserta pengendara yang akan mengantar warga yang membutuhkan itu, menungguinya dan mengantar pulang ke rumah secara cuma-cuma. Armada pertama didaparkan dari kendaraan dinas salah satu stafnya dan kendaaraan kedua didapatkan dari penganggaran pekan lalu.

Ia menguraikan jika inovasi ini sudah dilakasanakan selama dua bulan belakangan. Sebanyak 26 warga telah memanfaatkan inovasi ini yang ditujukan kepada warga yang benar-benar terdesak.

Murni mengatakan penambahan armada mungkin saja dilakukan berdasarkan kebutuhan pelayanan. Saat ini, pihaknya menyediakan empat staf bergantian yang siap sedia ketika ada warga yang membutuhkan.

Sejauh ini, sudah ada beberapa rekanan yang menyatakan siap mengakomodir jika akan dilakukan penambahan armada. Lebih lanjut, ia menyebutkan jika layanan ini bukan khusus ditujukan bagi warga yang lanjut usia.

Warga yang masih muda seperti ibu hamil juga bisa memanfaatkannya asalkan kondisinya benar-benar terdesak.

Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan layanan antar ini menjadi inovasi penunjang Sistem Layanan dan Rujukan terpadu (SLRT).

Diharapkan semua instansi di jajaran Pemkab Sleman juga akan memunculkan inovasi lainnya. “Getok tularnya Sleman betul-betul bisa kasi pelayanan yang baik,” ujarnya di lokasi yang sama.

Armada yang ada menurutnya juga bisa membantu untuk sejumlah kebutuhan sosial lainya. Bahkan, bupati menyebut jika inovasi ini bisa dikembangkan menjadi layanan jemput ke rumah dengan cara menelpon ke kantor. Serupa, ia juga optimis banyak pihak bisa dilibatkan dalam pengadaan armada apabila kebutuhan semakin meningkat.

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…