Suasana Festival Kopi Menoreh, di Bukit Wisata Pulepayung, Dusun Soropati, Desa Hargotirto, Minggu (27/8/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Suasana Festival Kopi Menoreh, di Bukit Wisata Pulepayung, Dusun Soropati, Desa Hargotirto, Minggu (27/8/2017). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 5 Oktober 2017 05:20 WIB Rima Sekarani IN/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Tak Hanya Kopi Kulonprogo, Produk UKM Lainnya Juga Oke

Hal itu merupakan implementasi Peraturan Daerah No.5/Tahun 2016 tentang Perlindungan Produk Lokal

Solopos.com, KULONPROGO-Kehadiran bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) diyakini membuka peluang besar untuk mengangkat produk lokal Kulonprogo.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, bukan hanya kopi saja yang diangkat potensinya oleh Pemkab Kulonprogo, tetapi juga produk lokal dari para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) lainnya. Hal itu merupakan implementasi Peraturan Daerah No.5/Tahun 2016 tentang Perlindungan Produk Lokal.

Baca juga : Kopi Kulonprogo Bisa Bersaing dengan Produk Asing

Hasto mengungkapkan, selama ini Pemkab Kulonprogo berusaha memfasilitasi dengan mempermudah pengurusan izin usaha, sertifikasi organik, dan memberikan bantuan alat produksi. Seluruh Toko Milik Rakyat (Tomira) maupun toko modern lain di Kulonprogo juga diminta ikut memasarkan produk lokal.

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…