Bangunan saluran irigasi baru dengan empat lajur dibangun di sebelah utara Dam Colo, Sukoharjo, Kamis (5/10/2017). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos) Bangunan saluran irigasi baru dengan empat lajur dibangun di sebelah utara Dam Colo, Sukoharjo, Kamis (5/10/2017). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos)
Kamis, 5 Oktober 2017 23:35 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

PENGAIRAN SUKOHARJO
Lumpur Sedimen Dam Colo Dimanfaatkan untuk Membuat Batu Bata

Pengairan Sukoharjo, endapan sedimen Dam Colo akan dimanfaatkan untuk membuat batu bata.

Solopos.com, SUKOHARJO — Pengelola jasa air dan sumber air (ASA) Dam Colo, Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, akan memanfaatkan endapan lumpur sedimen di dam tersebut untuk memproduksi batu bata.

Kepala Sub Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) III/2, Achmad Syuhairus Syam, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (5/10/2017), mengatakan endapan lumpur sedimen di pintu air dam akan dikeruk. (Baca: Penutupan Dam Colo Diundur Lagi Jadi 5 Oktober)

Proses pengerukan, ujarnya, akan dilakukan tahun depan. “Tanah sedimen akan ditempatkan di sebelah lokasi Dam Colo atau di lahan Desa Sendangijo, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Rencana pengerukan sedimentasi tahun depan sebanyak 20.000 meter kubik. Tanah akan ditampung di lahan berdekatan dan dimanfaatkan untuk pembuatan batu bata. Proses pembuatan batu bata melibatkan anggota karang taruna sekitar dan warga,” kata Syam.

Syam melanjutkan pembuatan batu bata jenis hias baru dari bahan sedimen itu akan diuji coba tahun depan. “Hitungan kami 10 meter kubik mampu menghasilkan 500.000 biji bata sehingga dengan 20.000 meter kubik karang taruna dan warga mendapatkan nilai tambah. Harga per biji bata hias Rp1.200 atau lebih tinggi Rp400/biji hingga Rp500/biji. Bata biasa harga per biji senilai Rp700-Rp800.”

Pada bagian lain, Syam menyatakan setahun lalu telah dibangun saluran pembuang lumpur di Dam Colo. Menurutnya, proyek multiyears itu akan selesai tahun depan.

Saluran itu berfungsi sebagai pemisah antara sedimen dan air yang dialirkan ke saluran irigasi petani. Lahan seluas 23.900 hektare bisa dialiri air dari Dam Colo ini.

“Pembangunan saluran pemisah dimaksudkan agar tanah sedimen bisa digelontorkan ke Sungai Bengawan Solo sedangkan air dinikmati petani. Saluran lama akan diuruk dan direklamasi untuk penghijauan.”

Sementara itu, Koordinator Basarnas di Dam Colo, Amin Yahya, menyatakan sukarelawan SAR gabungan turun memantau pengeringan air Dam Colo. “Sebanyak 70 anggota SAR terlibat pengamanan pengeringan air Dam Colo, baik dar TNI, Polri, SAR Sukoharjo, PMI, Tagana, SAR MTA, dan sebagainya. Mereka dibagi di empat lokasi untuk memantau warga agar tidak langsung menceburkan diri seusai pintu air dibuka. Pengalaman tahun lalu ada yang tenggelam dan tahun ini dilakukan antisipasi,” katanya.

Dam Colo sudah ditutup sejak Kamis (5/10/2017) pagi hingga sebulan ke depan.

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…