Ilustrasi Emas Batangan (Dok/JIBI/Bisnis)
Kamis, 5 Oktober 2017 11:45 WIB JIBI/Solopos.com/Newswire Ekonomi Share :

PAJAK ANTAM
Mau Beli Emas Antam? Simak Informasi Berikut

Dalam setiap transaksi pembelian logam mulia Antam dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan Pajak Penghasilan (PPh) 22.

Solopos.com, JAKARTA – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memberikan himbauan kepada pelanggan logam mulia Antam. Dalam setiap transaksi pembelian logam mulia Antam dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 34/PMK.010/2017 (PPh 22). Himbauan ini tertera dalam selembar kertas putih yang ditempel di setiap gerai.

Corporate Secretary Antam Aprilandi Hidayat membenarkan bahwa pengumuman yang ditempel di seluruh gerai adalah imbauan resmi yang dikeluarkan oleh pihak perseroan.

Aprilandi menjelaskan,sebenarnya peraturan ini telah berlaku sejak lama, pihaknya hanya menegaskan kembali pungutan pajak ini. Sejalan dengan program pemerintah untuk terus mendorong penerimaan perpajakan.

“Kita memberikan penegasan dan informasi kembali kepada pembeli,” seperti dilansir Okezone, Rabu (4/10/2017).

Sesuai dengan aturan PPh 22, maka setiap transaksi akan dikenakan pajak sebesar 0,45% bagi pembeli yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Sedangkan bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP, dipungut pajak 0,9%.

Adapun penerbitan bukti potong PPh 22 akan diterbitkan 30 hari kerja setelah transaksi.

Berikut informasi baru dalam pembelian dan penjualan harga emas di Antam:

  • Harga dan ketersediaan stock bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan
  • Harga emas di PT Pos Indonesia mengacu pada harga Butik Emas LM terdekat
  • Harga Emas Batangan belum termasuk PPh22
  • Penjualan emas batangan dikenakan pajak 0,45%.
  • Buyback di atas Rp10 juta dikenakan pajak 1,5%.
  • Tarif pajak berlaku kelipatannya untuk yang tidak memiliki NPWP.

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…