Ilustrasi emas batangan (Dok/JIBI/SOLOPOS)
Kamis, 5 Oktober 2017 12:10 WIB JIBI/Solopos.com/Newswire Ekonomi Share :

PAJAK ANTAM
Ditjek Pajak: PPh Penjualan Emas Batangan Sudah Lama Berlaku

Ditjen Pajak menyebut pajak penjualan emas Antam sudah lama berlaku.

Solopos.com, JAKARTA – Seluruh transaksi pembelian logam mulia di PT Aneka Tambang Tbk (Antam) per Oktober 2017 mulai dikenakan pajak yang ditimpakan kepada konsumen atau pembeli. Hal itu menyusul adanya Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 34/PMK.010/2017.

“Transaksi dengan mencantumkan NPWP dikenai 0,45%, dan bila tidak mencantumkan NPWP dikenai 0,9%,” begitu bunyi dalam pengumuman yang tertera, Rabu (4/10/2017).

Meski begitu, Direktur Pelayanan dan Penyuluhan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan, ketentuan tersebut sudah berjalan lama.  “Ketentuannya ada di PMK 34/PMK.010/2017, dan PMK-PMK yang digantikannya,” ujarnya seperti dilansir Okezone, Rabu (4/10/2017).

Hestu mengatakan, setiap pembelian emas batangan akan dipungut PPh Pasal 22 oleh Badan Usaha Penjualnya, yang besarnya 0,45% untuk Pembeli yang punya NPWP, dan 0,9% untuk Pembeli yang tidak punya NPWP. Bagi pembeli yang punya NPWP, PPh Pasal 22 tersebut dapat dikreditkan dalam SPT Tahunannya.

Dirinya mengatakan, ternyata peraturan tersebut telah berlaku cukup lama. “Malah sudah jauh sebelumnya. PPh Pasal 22 atas penjualan emas batangan sudah lama berlaku,” ujarnya.

lowongan peekrjaan
PT. Integra Karya Sentosa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…