Ilustrasi kegiatan belajar siswa SMK. (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi kegiatan belajar siswa SMK. (JIBI/Solopos/Dok.)
Kamis, 5 Oktober 2017 01:00 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos Solo Share :

Minat Lulusan SMK di Solo Jadi Wirausahawan Rendah

Minat lulusan SMK di Solo berwirausaha rendah.

Solopos.com, SOLO — Minat lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Solo menjadi wirausahawan rendah. Kondisi ini menyebabkan lulusan SMK masih menjadi penyumbang terbesar pengangguran di kelas terdidik.

Padahal menjadi wirausahawan adalah solusi mengatasi pengangguran yang kebanyakan dari lulusan pendidikan vokasi tersebut. Fakta itu merupakan hasil penelitian yang dilakukan dosen Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Wiedy Murtini.

Wiedy memaparkan mata pelajaran (mapel) prakarya dan kewirausahaan ideal untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter, sosial, budaya, ekonomi, dan keterampilan yang dibutuhkan siswa. Berdasarkan hasil penelitiannya, masih banyak guru yang kesulitan menerapkan cara-cara dalam menentukan nilai-nilai karakter dan aspek soft skill maupun tranferable skills.

Hal itu dipaparkan Wiedy saat pengukuhannya sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan Ekonomi UNS Solo melalui Sidang Senat Terbuka yang digelar di Auditorium UNS, Selasa (3/10/2017). Wiedy menjabarkan pendidikan jenjang SMK merupakan salah satu wadah pembentukan calon tenaga kerja yang siap diterjunkan ke dunia usaha dan industri. Lulusan harus punya keterampilan akademik, karakter, soft skill, dan transferable skill yang dibutuhkan dunia kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2008, pengangguran lulusan SMK lebih dari 1,6 juta orang atau 17,26% dari 9,39 juta pengangguran terbuka. Data Mei 2016 menyebutkan berdasarkan taraf pendidikan, persentase pengangguran lulusan SMK menduduki posisi tertinggi dengan persentase 9,05% dan meningkat menjadi 9,84%.

“Angka-angka tersebut menunjukkan lulusan SMK masih sebagai penyumbang pengangguran terdidik terbesar di Indonesia. Indikator ini menunjukkan program aksi peningkatan soft skills di SMK masih jauh dari harapan,” ungkap dia.

Wiedy menawarkan solusi pengintegrasian nilai-nilai karakter, soft skill, dan transferable skill dalam model pembelajaran Geprak di mapel kewirausahaan. Geprak merupakan akronim dari grup atau kelompok; eksplorasi; pengembangan ide; penyusunan dan presentasi rencana usaha; serta aksi dan kompetisi usaha.

“Model pembelajaran Geprak diimplementasikan melalui pembiasaan dan latihan-latihan dalam proses pembelajaran dengan proses dan waktu serta program berkelanjutan yang terintegrasi,” terang dia.

Temuan berdasarkan studi pendahuluan menunjukkan nilai-nilai karakter yang mendesak dan perlu diinternalisasikan kepada peserta didik di SMK dalam pembelajaran prakarya dan kewirausahaan adalah berani, respek, dan sportif.

Sedangkan untuk aspek soft skill adalah keterampilan memecahkan masalah, berubah, dan konseling. “Sedangkan untuk tranferable skill yang perlu dilatih adalah keterampilan administratif dan pelayanan terhadap konsumen,” terang dia.

Dihubungi terpisah melalui ponselnya, Rabu, Kepala SMK Negeri (SMKN) 4 Suyono, tidak menampik masih rendahnya minat lulusan SMK menjadi wirausaha saat ini. “Dibandingkan yang memilih untuk bekerja atau meneruskan pendidikan, persentase yang menjadi wirausaha memang lebih kecil,” ungkap Suyono yang juga Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Solo itu.

Namun, Suyono mengatakan selain pembelajaran kewirausahaan, cukup banyak SMK yang juga mengadakan program pembelajaran dalam upaya mendorong minat lulusan SMK menjadi wirausaha. “Salah satu contoh di SMKN 4. Anak-anak di sana selain belajar memproduksi juga dilatih berjualan. Pernah juga ada kelas entrepreneurship yang di dalamnya anak-anak diberi modal usaha yang sifatnya bergulir dan sebagainya,” kata dia.

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…