Slamet sedang menggoreng gebleg di Manunggal Fair 2017, Rabu (4/10/2017). (Perdani Fitryana Tegar Marhaendro/Harian Jogja) Slamet sedang menggoreng gebleg di Manunggal Fair 2017, Rabu (4/10/2017). (Perdani Fitryana Tegar Marhaendro/Harian Jogja)
Kamis, 5 Oktober 2017 17:20 WIB Kulon Progo Share :

Mencicipi Gebleg, Makanan Khas Kulonprogo

Manunggal Fair 2017 yang menampilkan usaha rakyat Kulonprogo

 
Solopos.com, KULONPROGO- Manunggal Fair 2017 yang menampilkan usaha rakyat Kulonprogo, tak hanya berisi kerajinan. Kuliner pun tersedia.

Gebleg salah satunya. Makanan khas Kulonprogo ini bisa didapatkan di dalam ajang pameran tahunan tersebut.

Sekitar 10 meter dari gerbang masuk Manunggal Fair pengunjung akan menemukan gerai makanan tradisonal Gebleg Tempe “Ibu Slamet”.

Slamet nama penjual gebleg ini. Ia sengaja ikut dalam Manunggal Fair 2017 untuk mempromosikan usahanya. Biasanya, dalam sehari-hari ia menjajakan gebleg bikinannya di Pasar Clereng.

“Saya sudah berjualan gebleg selama 5 tahun di sana,” katanya, kepada Harianjogja.com, Selasa (3/10/2017).

Karena harganya yang murah meriah yakni Rp500 per buah, makanan dengan teksturnya yang kenyal dan rasanya gurihnya yang khas ini menjadi primadona di kalangan masyarakat Kulonprogo, bahkan hingga pendatang.

Gebleg ini terbuat dari singkong yang diparut kemudian diambil sarinya, sari dari singkong tersebutlah yang kemudian menjadi achi dan dicampur dengan bawang dan garam.

Setelah tercampur rata adonan tersebut dibentuk menjadi seperti angka 8 dan kemudian siap di goreng. Untuk membuat 50kg adonan dibutuhkan waktu sekitar dua jam.

Slamet mengaku selama berjualan ia tidak menemukan kesulitan. Karena tergolong dalam makanan tradisional jualannya selalu laris manis.  “Asal ngolahnya bersih dan hasilnya enak pastu laku,” tambahnya.

Meskipun gebleg Slamet sudah di kirim ke luar pulau,  ia mengatakan bahwa bumbu yang ia gunakan hanyalah bawang dan garam.  Selain digoreng, gebleg buatannya juga bisa dimakan dengan menggunakan parutan kelapa.

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…