Fotografer difabel asal Banyuwangi, Achmad Dzulkarnain. (M. Ferri Setiawan /JIBI/Solopos) Fotografer difabel asal Banyuwangi, Achmad Dzulkarnain. (M. Ferri Setiawan /JIBI/Solopos)
Kamis, 5 Oktober 2017 08:00 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

KISAH INSPIRATIF
Karya Fotografer Difabel Asal Banyuwangi Ini Jadi Sorotan Dunia

Kisah inspiratif tentang karya Achmad Dzulkarnain, si fotografer difabel andal yang menjadi sorotan dunia.

Solopos.com, SOLO – Keterbatasan fisik sering dianggap sebagai penghalang. Namun, hal itu tak berlaku bagi pria dengan tinggi badan 86 cm yang tidak memiliki tangan dan kaki bernama Achmad Dzulkarnain.

Achmad Dzulkarnain (Instagram @bangdzoel_)

Achmad Dzulkarnain (Instagram @bangdzoel_)

Meski fisiknya tak sempurna, pria asal Banyuwangi, Jawa Timur, itu berhasil membuat warga dunia kagum dengan foto hasil jepretannya. Meski tidak memiliki jari, ia piawai memakai kamera untuk menghasilkan foto terbaik. Ia bahkan tidak membutuhkan bantuan orang lain untuk mengolah hasil fotonya. (Baca: Achmad Pernah Ingin Akhiri Hidup)

“Saya punya cara sendiri untuk melakukan berbagai hal. Saya tidak ingin orang lain melihat gambar dan memikirkan siapa saya sebenarnya. Saya hanya ingin mereka melihat kreativitas yang saya miliki,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Dzoel kepada Al Jazeera seperti dilansir Metro, Rabu (4/10/2017).

Dzoel membuktikan keterbatasan fisik bukan penghalang baginya untuk berkarya.

Aksi Bang Dzoel saat memotret (Instagram @bangdzoel_)

Aksi Bang Dzoel saat memotret (Instagram @bangdzoel_)

Saat ini usaha fotografinya telah berkembang pesat. Selain memotret untuk keperluan bisnis, ia juga mendirikan sekolah fotografi.

Di sekolah itu, ia menularkan kemampuannya kepada orang lain. Bukan hanya itu saja, ia kabarnya melanjutkan kuliah untuk mengejar gelar sarjana hukum.

Pria kelahiran 7 Oktober 1992 itu ternyata juga bisa bermain piano. Semua kemampuan itu ditularkan kepada mereka yang berguru kepadanya. Meski kiprahnya sangat luar biasa, tetap saja ada orang yang meremehkannya.

“Masih ada saja orang yang meremehkan, tapi tidak seburuk sebelumnya. Tapi, semua itu bukan masalah untuk saya. Jika Anda ingin menjadi yang terbaik, maka hapus semua pikiran negatif dalam otak. Anda tidak harus memiliki fisik sempurna untuk menghasilkan karya terbaik,” tandasnya.

 

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…