Bareskrim Polri saat menggelar konferensi pers terkait kejahatan hate speech, Rabu (23/8/2017). (Juli Etha/JIBI/Bisnis)
Kamis, 5 Oktober 2017 16:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Hukum Share :

Keterangan Bos Saracen Jasriadi Berubah-Ubah, Mengaku Tak Kenal Asma Dewi

Bos Saracen, Jasriadi, terus berubah-ubah. Bahkan hingga kini, dia mengaku tak mengenal Asma Dewi dan begitu pula sebaliknya.

Solopos.com, JAKARTA — Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengatakan keterangan pimpinan kelompok Saracen, Jasriadi, selalu berubah-ubah saat diperiksa.

“Keterangan Jasriadi, sampai tadi malam selalu berubah, tidak sinkron dan tidak kooperatif,” katanya kepada wartawan di Komplek Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/10/2017), dikutip Solopos.com dari Okezone.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini membeberkan pada saat pemeriksaan terhadap Jasriadi. Polisi hanya menanyakan hubungan antara Jasriadi, Asma Dewi dan beberapa saksi atau tersangka lainnya.

“Materinya secara umum menanyakan hubungan keduanya atau hubungan mereka berdua dengan beberapa saksi atau tersangka lain, kemungkinan konfrontir terhadap semua saksi dan tersangka tetap terbuka. Bila ada keterangan-keterangan mereka yang tidak singkron, dari hasil pemeriksaan tadi malam Asma Dewi dan Jasriadi, keterangan mereka tidak saling kenal secara langsung,” ungkapnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan penelusuran aliran dana untuk Saracen. “Penyidik akan terus berkomunikasi dengan pihak-pihak yang dapat mendukung atau menjelaskan kemungkinan adanya aliran dana untuk Saracen,” tutupnya.

Dalam pengembangan kasus ini, penyidik Bareskrim Polri telah menerima Laporan Hasil Analisis (LHA) Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait transaksi keuangan sindikat Saracen. Dalam LHA itu, penyidik menemukan sejumlah nama-nama tokoh yang dikenal publik. Namun, identitas orang itu masih belum diungkap polisi.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni JAS, SR, dan MFT lalu, MAH. Terakhir polisi menetapkan Asma Dewi sebagai tersangka ujaran kebencian.

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…