Para kepala SD dilantik di Pendapa Rumah Dinas Bupati kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Senin (2/10/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos) Para kepala SD dilantik di Pendapa Rumah Dinas Bupati kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Senin (2/10/2017). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)
Kamis, 5 Oktober 2017 18:35 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

PENDIDIKAN WONOGIRI
Curigai Ada Ketidakberesan, Bupati Batalkan Pelantikan Kepala SD

Bupati Wonogiri membatalkan pelantikan sejumlah kepala SD karena mencium ada ketidakberesan dalam prosesnya seleksinya.

Solopos.com, WONOGIRI — Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, membatalkan pelantikan kepala SD yang sedianya digelar di pendapa rumah dinasnya, Kamis (5/10/2017) pukul 13.00 WIB. Keputusan itu diambil setelah Bupati melihat ada yang tak beres dalam pengisian kekosongan jabatan kepala sekolah (kasek).

Bupati menyampaikan hal itu saat berbincang dengan wartawan di Padi Resto kawasan kota Wonogiri, Kamis siang. Menurut Bupati yang akrab disapa Jekek itu proses pengisian kekosongan jabatan kasek perlu dievaluasi terlebih dahulu. (Baca: Pemkab Janji Isi Kekosongan Jabatan Kepala SD dalam Sepekan Ini)

Dia menduga ada sesuatu yang tak beres. Hanya, dia enggan membeberkan kecurigaannya itu lebih terperinci. Dugaan tersebut muncul setelah dia mendapat keluhan dari salah satu kepala SD di Girimarto saat bertemu dengannya, Kamis pagi.

Kala itu dia bersepeda menuju lokasi pembangunan embung di Desa Waleng, Girimarto. Dia dijadwalkan mencanangkan dimulai pembangunan embung yang didanai APBN senilai lebih dari Rp950 juta itu.

Sebelum sampai tujuan Bupati menyempatkan diri mampir di dua SD. Kasek salah satu SD menginformasikan dirinya dipindah ke SD lain yang letaknya cukup jauh dari rumahnya. Padahal, kasek bersangkutan merasa sudah nyaman bekerja di SD tersebut karena rumahnya sangat dekat dengan tempatnya bekerja.

Bupati menilai kondisi tersebut tak sejalan dengan instruksinya, yakni agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengisi kekosongan 121 jabatan kepala SD dalam waktu dekat dengan memperhatikan tempat tinggal kasek bersangkutan. Bupati ingin orang yang ditunjuk untuk mengisi jabatan kasek bertempat tinggal dekat dengan tempat kerjanya yang baru.

Hal itu supaya kerja kasek lebih efektif. Selain itu kasek yang rumahnya dekat dengan tempatnya bekerja dapat mengontrol kerja guru dan kegiatan siswa. “Pelantikan saya batalkan. Kayaknya ada sesuatu yang ‘bermain’. Saya ingin semua klir dulu,” kata Bupati.

Hingga berita ini ditulis pukul 16.14 WIB, Kepala Disdikbud Wonogiri, Siswanto, belum dapat dimintai konfirmasi. Saat Solopos.com menghubungi nomor teleponnya, dia tak menjawab. Pesan singkat (SMS) yang dikirimkan Solopos.com juga tak direspons.

Seperti diketahui pelantikan kepala SD dilaksanakan setiap hari di Pendapa Rumah Dinas Bupati kompleks Sekretariat Daerah (Setda) sejak Senin (2/10/2017) lalu. Pelantikan hingga Rabu (4/10/2017) berlangsung lancar.

Pada hari pertama Bupati melantik 51 kepala SD. Berdasar data yang dibacakan saat pelantikan, mayoritas kasek dimutasi dari SD satu ke SD lainnya dalam satu kecamatan. Ada guru yang diberi amanah menjadi kasek namun hanya sebagian kecil.

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…