Ilustrasi kemiskinan (JIBI/Harianjogja/Dok.) Ilustrasi kemiskinan (JIBI/Harianjogja/Dok.)
Kamis, 5 Oktober 2017 19:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KEMISKINAN JATENG
Pemprov Klaim Berhasil Kurangi Penduduk Miskin

Kemiskinan di Jateng diklaim mengalami penurunan.

Solopos.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengklaim telah berhasil mengurangi angka kemisikinan di provinsi tersebut. Jumlah pendudukan miskin di Jateng selama September 2016-Maret 2017 diklaim berkurang sekitar 43.003 jiwa.

“Penduduk miskin di Jateng untuk periode Maret 2017 sekitar 4,45 juta jiwa [13,01%], mengalami penurunan sekitar sekitar 43.003 jiwa dibanding kemiskinan pada periode September 2017 yang mencapai 4,50 juta jiwa [13,19%],” ungkap Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko, saat membacakan Nota Keuangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang, Rabu (4/10/2017).

Heru menambahkan penurunan angka kemiskinan di Jateng ini menjadi sebuah keberhasilan. Terlebih, penurunan angka kemiskinan itu lebih besar dibanding provinsi lain se-Jawa-Bali.

“Berdasarkan data BPS [Badan Pusat Statistik] kinerja penurunan [angka kemiskinan] di Jateng paling tinggi dibanding provinsi lain. Kemiskinan di Jateng turun 0,18%, DIY 0,08%, Jawa Timur 0,08%, Jawa Barat 0,06%, bahkan Provinsi DKI, Banten, dan Bali mengalami peningkatan,” beber Heru.

Heru mengatakan sampai akhir tahun 2017 nanti, Pemprov Jateng menargetkan mampu menurunkan angka kemiskinan menjadi 11,30%-10,83%. Pengurangan kemiskinan itu dilakukan melalui berbagai cara, seperti pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin, peningkatan pendapatan masyarakat miskin, serta pemberdayaan usaha ekonomi mikro, petani, dan nelayan.

Turunnya angka kemiskinan di Jateng ini diklaim berbanding lurus dengan turunya tingkat pengangguran dan juga pertumbuhan ekonomi. Hingga Februari 2017, Pemprov Jateng menyatakan angka pengangguran di Jateng mengalami penurunan sekitar 0,80%, dari 0,80 juta orang menjadi 0,76 juta orang pada 2016

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di Jateng hingga triwulan II pada 2017 diklaim mengalami pertumbuhan 5,18% atau lebih tinggi dibanding angka pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 5,01%. Heru memprediksi pertumbuhan ekonomi Jateng 2017 ini bakal mencapai target, yakni 5,4%-5,9%.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Koes Plus dalam Peta Musik Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (08/01/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Wonogiri. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Jumat, 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo tutup usia. Beberapa tahun sebelumnya…