Kaki pelajar terjepit roda sepeda motor lantaran kecelakaan di Desa Bulusari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jateng, Rabu (4/10/2017). (Facebook.com-Fikri Tok) Kaki pelajar terjepit roda sepeda motor lantaran kecelakaan di Desa Bulusari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jateng, Rabu (4/10/2017). (Facebook.com-Fikri Tok)
Kamis, 5 Oktober 2017 12:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KECELAKAAN DEMAK
Terlibat Kecelakaan Tunggal, Pelajar Ini Malah Dicerca

Kecelakaan yang melibatkan seorang pelajar di Kabupaten Demak justru membuat warganet ramai mencercanya.

Solopos.com, DEMAK – Kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan seorang pelajar SMK pengendara sepeda motor berpelat nomor H 5604 EY terjadi di Desa Bulusari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (4/10/2017). Kecelakaan itu justru memicu cibiran yang dilayangkan warganet terhadap pelajar tersebut.

Maklum saja, pelajar SMK itu dikabarkan mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan. Bahkan, pelajar tersebut dikabarkan melakukan atraksi menggunakan sepeda motor yang ia kendarai di kawasan padat lalu lintas di Kabupaten Demak itu.

Hal itu kali pertama dijelaskan pengguna akun Facebook Fikri Tok di grup Facebook Warga Demak. “Lur nak dwe anak sh di bwah umur seh skolah. Ojo di cekeli motor.. Ngne ki akibate.. Jamping2an akhire y ngne ki lur.. Orng tua hrus bner2 tegas mendidik ank lur.. [Jika memiliki anak di bawah umur dan masih sekolah, jangan dibiarkan mengendarai sepeda motor. Begini akibatnya, atraksi menggunakan sepeda motor. Orang tua harus tegas dalam mendidik anak],” ungkapnya dengan mengunggah beberapa foto.

Dari foto yang diunggah itu, terlihat kaki pelajar tersebut terjepit roda sepeda motor. Namun kondisi itu tak memicu warganet bersimpati. Mereka malah ramai mencerca lantaran geram dengan tingkah pelajar tersebut yang dikabarkan ugal-ugalan.

Sukurrrr pecicilannn bejo ureppp nang [Syukurlah, salah sendiri ugal-ugalan. Beruntung masih hidup],” tulis pengguna akun Facebook Wahyu Rahma Rahma.

Kokean pentingkah jegorke x wae gen kapokkk [Kebanyakan tingkah, dilempar ke sungai saja agar jera],” timpal pengguna akun Facebook Azizi Azizi.

Aku mung iso komen kapokmu kapan,, jampingan ono tempate orak nek dalam umum [Saya cuma bisa bilang syukur, kapan mau jera, atraksi ada tempatnya, bukan di jalanan],” tulis pengguna akun Facebook Lupex Lutfi.

Mereka berharap pihak sekolahan maupun orang tua lebih getol lagi memberikan pendidikan kepada siswa-siswi atau putra-putri mereka sehingga hal serupa tak terulang lagi. Menurut mereka, peran serta polisi merazia pengendara sepeda motor yang masih di bawah umur dan belum memiliki SIM dapat mengurangi angka kecelakaan lalu liintas seperti yang terjadi di Demak itu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarngpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…