Razia obat ilegal. Aparat Satresnarkoba Polrestabes Semarang saat melakukan pemeriksaan di sebuah toko obat di kawasan Wotgandul, Kota Semarang, Rabu (4/10/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Kamis, 5 Oktober 2017 07:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Gelar Sidak, Polrestabes Semarang Temukan Gudang Penyimpanan Obat Ilegal

Obat ilegal, peredarannya coba diantisipasi oleh Polrestabes Semarang dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak).

Solopos.com, SEMARANG – Sebagai upaya menyukseskan Gerakan Nasional Pemberantasan Obat Ilegal yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, aparat Satuan Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya (Satresnarkoba) Polrestabes Semarang menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah apotek dan klinik kesehatan di Kota Semarang, Rabu (4/10/2017) siang.

Dalam sidak itu, aparat Satresnarkoba Polrestabes Semarang menemukan sebuah tempat usaha dan gudang penyimpanan obat-obatan yang diduga ilegal karena tidak dilengkapi izin edar resmi di wilayah Medoho.

Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidiq Hanafi, mengatakan dalam sidak itu tidak menemukan adanya obat atau pil yang mengandung Paracetamol, Cafein, dan Carisoprodo (PCC). Meski demikian, pihaknya menemukan adanya obat-obatan yang tak memiliki izin edar.

“Kami masih melakukan pemeriksaan terkait hasil temuan ini. Saat ini masih dalam tahap pendataan, nanti kalau sudah lengkap akan dijelaskan Kapolrestabes,” ujar Sidiq saat dijumpai wartawan seusai sidak, Rabu.

Sidiq menambahkan ada sekitar 23 apotek dan klinik kesehatan yang menjadi sasaran sidak kali ini. Dalam sidak itu, aparat Polrestabes Semarang juga menggandeng Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang.

Kegiatan itu digelar dalam rangka menyukseskan program pemerintah dalam memberantas peredaran obat ilegal. Oleh karenanya, pemeriksaan itu pun akan digelar secara rutin.

“Ini akan kami lakukan rutin. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, supaya bisa menekan peredaran obat-obatan yang kerap disalahgunakan,” beber Sidiq.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…