ILUSTRASI (Wahyu Sulistiyawan/JIBI/Bisnis Indonesia)
Kamis, 5 Oktober 2017 07:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Cuaca Mendukung, 1 Ha Lahan di Madiun Hasilkan 2 Ton Daun Tembakau

Petani tembakau Madiun tahun ini diuntungkan dengan kondisi cuaca.

Solopos.com, MADIUN — Kondisi cuaca yang cukup bersahabat tahun 2017 ini membuat tanaman tembakau petani di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Madiun, bisa dipanen secara optimal dan lebih baik ketimbang tahun sebelumnya.

“Tahun 2017 ini kondisi cuaca dan curah hujan sangat mendukung sehingga tanaman tembakau tumbuh subur dan tidak gagal panen,” ujar Ketua Asosiasi Petani Tembakau Kabupaten Madiun, Lilik Indarto, kepada wartawan di Madiun, Rabu (4/10/2017).

Lilik menambahkan petani tembakau bisa memanen 1,8 ton hingga 2 ton daun tembakau setiap hektare pada musim panen tahun ini yang bertepatan dengan musim kemarau. Padahal pada tahun lalu, petani rugi besar akibat gagal panen yang mencapai 50 persen lebih karena tingginya curah hujan.

Menurut dia, harga jual tembakau juga ikut naik karena kualitas daun yang dipanen lebih baik, yakni tidak ada yang menguning dan kering. Lili menerangkan harga jual tembakau saat ini mencapai kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram untuk varietas bagus yang biasa digunakan rokok kretek. Sedangkan tembakau untuk rokok mild mencapai Rp42.000 per kilogram.

“Sementara, pada tahun lalu harga jual tembakau hanya di kisaran Rp15.000 hingga Rp30.000 saja per kilogram. Hal itu karena daun tembakaunya jelek, kuning, dan kering. Tahun ini lebih baik kualitasnya sehingga harganya juga tinggi,” kata dia.

Para petani mengaku bersyukur karena tahun ini cuaca dan curah hujan sangat mendukung untuk penanaman tanaman tembakau. Dalam setahun, tanaman tembakau di Desa Ngale yang merupakan sentra tembakau di Kabupaten Madiun, bisa dipanen selama empat bulan saat musim kemarau berlangsung.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Madiun mencatat sentra tembakau di wilayah setempat terdapat di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Pilangkenceng, Mejayan, Saradan, dan Balerejo dengan luas lahan lebih dari 276 hektare. Sentra terbesar terdapat di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, yang luas lahan tembakaunya mencapai 126 hektare lebih.

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…