Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters) Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Kamis, 5 Oktober 2017 18:55 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Bukan Mistis, Dinkes Gunungkidul Kembangkan Layanan Pengobatan Jarak Jauh, Seperti Apa?

Dinas Kesehatan Gunungkidul akan mengembangkan pelayanan kesehatan yang berbasis teknologi informasi

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kesehatan Gunungkidul akan mengembangkan pelayanan kesehatan yang berbasis teknologi informasi. Model pelayanan ini, pasien dan dokter tidak harus melakukan tatap muka secara langsung.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, pengembangan layanan kesehatan jarak jauh atau yang dikenal dengan telemedicine merupakan hasil kerjasama antara UGM dengan Umea University, Swedia.

Beberapa waktu lalu, sambung dia, untuk penerapan, tim dari kabupaten telah melakukan kunjungan ke Swedia guna belajar sistem pengobatan berbasis teknologi dan informasi ini.

“Dalam kunjungan itu, kami juga mendapatkan bantuan seperangkat peralatan medis digital untuk tes dalam layanan,” kata Dewi kepada wartawan, Kamis (5/10/2017).

Dia menjelaskan, pengobatan telemedicine memiliki beberapa keungggulan. Meski konsultasi dilakukan jarak jauh, namun pengecekan kondisi fisik pasien tetap dapat dilakukan mulai dari denyut nadi hingga tekanan darah dapat terpantau secara waktu nyata.

“Istilah gampangnya, dokter yang berpraktek di Wonosari bisa melakukan pengecekan kesehatan pasien yang ada di wilayah Rongkop. Ini bukan mistis, tapi dalam pengembangannya memanfaatkan keberadaan teknologi dan informasi,” kata Dewi.

Untuk teknis pelayanan, tenaga medis akan menggunakan sebuah alat, berupa kamera video yang dapat melakukan panggilan gambar berserta suara melalui sambungan internet.

Sementara itu juga terdapat alat deteksi jantung, timbangan, stetoskop, tensimeter, semuanya dilengkapi teknologi bluetooth, datanya langsung terkirim dan dimonitor oleh dokter melalui komputer tablet yang telah disediakan.

Penerapan Telemedicine pun cukup mudah, pasien cukup datang ke fasilitas kesehatan terdekat, kemudian salah seorang perawat akan menyambungkan dokter dengan pasien.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik melalui video call conference sehingga dapat dilakukan diagnosa terhadap kondisi kesehatan pasien.

“Model layanan kesehatan ini yang coba kita kembangkan. Mudah-mudahan dengan program ini maka layanan kesehatan ke masyarakat dapat terus ditingkatkan,” ujar mantan Sekretaris Dinas Kesehatan ini.

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…