BPD DIY Direktur Utama PT Bank BPD DIY, Bambang Setiawan saat memberikan paparan materi dalam Rapat Kerja Penyusunan RBB PT Bank BPD DIY Tahun 2018 di The Alana Hotel & Convention Center, Rabu (4/10/2017). (Harian Jogja/Holy Kartika NS)
Kamis, 5 Oktober 2017 04:20 WIB Holy Kartika NS/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

BPD DIY Fokus ke Inovasi Digital

Digital banking Bank BPD DIY sudah siap diterapkan

Solopos.com, SLEMAN-Setelah dibekali dengan pengetahuan dan perkembangan digital banking, jajaran manajeman BPD DIY diharapkan tahun ini dapat segera membuat inovasi dan rencana bisnis di tahun depan.

Direktur Utama PT Bank BPD DIY Bambang Setiawan mengungkapkan, kendati saat ini Bank BPD DIY masih menjadi market leader di wilayah DIY, namun tidak dipungkiri inovasi digital mulai perlu difokuskan. “Kalau ke depan tidak punya inovasi digital, maka akan kehilangan daya saing. Kami menyadari untuk membangun daya saing dan memebrikan solusi atas kebutuhan nasabah, maka kami perlu untuk masuk ke digital banking,” papar Bambang di The Alana Hotel & Convention Center, Rabu (4/10/2017).

Baca juga : BPD DIY Ajak Pimpinan Cabang Melek Digital Banking

Saat ini, kata Bambang, digital banking Bank BPD DIY sudah siap diterapkan. Hanya saja, perizinan dari OJK masih belum turun. Salah satu inovasi yang akan dikembangkan dari digital banking BPD DIY adalah cash management system.

“Sistem ini akan digunakan untuk memfasilitasi transaksi keuangan non tunai pemerintah daerah. Hal ini sesuai dengan aturan Menteri Dalam Negeri yang mengatur agar seluruh transaksi di pemerintahan menggunakan non tunai di tahun depan,” jelas Bambang.

Pakar Ekonomi Digital Bari Arijono mengatakan, Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asean, Asia Pasifik bahkan di dunia. Bahkan, saat ini masyarakat sudah mulai menuju era ekonomi digital, dengan tingginya transaksi online dan akses keuangan digital lainnya.

“Ekonomi digital di Indonesia itu justru berkembang di daerah. Berdasarkan survei yang saya lakukan setahun terakhir ini, potensi ekonomi digital di daerah sangat besar. Khususnya Jogja, yang merupakan daerah dengan industri kreatif terbesar di Indonesia,” ungkap Bari yang juga merupakan CEO Digital Entreprise Indonesia

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…