Pawai Budaya bertema Wayang Jogja Night Carnival memperingati HUT Kota Jogja diadakan di Tugu Jogja (Facebook Tic Kota Jogja) Pawai Budaya bertema Wayang Jogja Night Carnival memperingati HUT Kota Jogja diadakan di Tugu Jogja (Facebook Tic Kota Jogja)
Rabu, 4 Oktober 2017 03:20 WIB Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Wayang Jogja Night Carnival Kali Ini Akan Beda, Apa Saja Bedanya?

Terdapat tujuh seniman profesional sebagai tim kreatif yang membantu peserta dalam mengawal proses produksi peserta

Solopos.com, JOGJA-Seperti tahun yang sudah-sudah, untuk memperingati Hari Jadi Jogja, Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) kembali digelar oleh Dinas Pariwisata Jogja. Acara tahunan yang selalu digelar pada 7 Oktober ini tidak hanya sebagai tontonan semata, tetapi juga diharapkan sebagai salah satu sarana edukasi.

Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-261 Kota Yogyakarta, WJNC hadir kembali dengan menampilkan aktor utama yakni 14 kecamatan. Penampilan mereka akan menyempurnakan gemerlap kemeriahan Hari Ulang Tahun Jogja sepanjang jalan Sudirman hingga jalan Mangkubumi pada Sabtu (7/10/2017) pukul 18.00-22.00 WIB.

Tidak hanya itu saja,Tugu Pal Putih yang merupakan ikon Jogja akan dijadikan sebagai titik pusat. Dalam perhelatan tersebut terdapat tiga titik display. Display peserta WJNC berada di depan eks Indosat, Jl Sudirman, Tugu Pal Putih, dan depan KR Jl Margo Utomo.

Nantinya di titik display para penampil akan menampilkan pertunjukan yang telah digarap sesuai dengan tokoh wayang yang telah ditentukan. Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini pertunjukkan akan ditampilkan dengan diiringi satu kesatuan musik yang telah disiapkan penyelenggara, sehingga karnaval ini akan menjadi sebuah tontonan yang utuh.

show director WJNC Yetti Martanti menyampaikan kegiatan ini dikonsep dalam bentuk street art, yakni seni pertunjukkan yang dikhususkan untuk ditampilkan di jalanan. Untuk mengakselerasi dan memotivasi tingkat kreativitas masyarakat Wayang Jogja Night Carnival dilombakan. Meskipun dilombakan, pertunjukan 14 peserta Kecamatan tetap menjadi satu kesatuan.

Berbeda dengan tahun sebelumnya di mana seluruh tarian di sajikan dengan musik iringan yang berbeda-beda, pada tahun ini musiknya sama menjadi satu kesatuan. Terdapat tujuh seniman profesional sebagai tim kreatif yang membantu peserta dalam mengawal proses produksi peserta, yaitu RM Kristiadi, Ali Nur Setya Nugraha, Anon Suneko, Kinanti Sekar Rahina, Emerentiana Tri Ikhtiar, Agung Tri Yulianto.

Adapun juri dalam kegiatan ini adalah Octo Lampito, Edial Rusli, Afif Ghurub Bestari, Purwadmadi, dan Fajar Nugros. Juri tersebut dari beberapa bidang yang berbeda dan diharapkan dapat memberikan warna dan pengembangan kreatifitas peserta.

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

LIGA 2
Babak 8 Besar Mundur, Begini Sikap Persis Solo

Liga 2 diwarnai dengan pelaksanaan babak 8 besar yang mundur. Solopos.com, SOLO — PT Liga Indonesia Baru (LIB) secara resmi mengumumkan jadwal penundaan kompetisi babak delapan besar Liga 2 yang rencananya digelar mulai Jumat (20/10/2017) mendatang. Melalui surat edaran No….